Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pelajar Tewas gegara Jalan Berlubang di Jaktim, Rano Karno: Perbaikan Permanen Tunggu Musim Kemarau
Advertisement . Scroll to see content

Istana Soroti Banyak Jalan Berlubang gegara Hujan: Berisiko Fatal

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:25:00 WIB
Istana Soroti Banyak Jalan Berlubang gegara Hujan: Berisiko Fatal
Jalan berlubang imbas hujan deras di dekat Exit Tol Plumpang, Koja, Jakarta Utara. (Foto: @TMCPoldaMetro/X)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Istana buka suara soal banyak jalan yang berlubang gegara hujan hingga memakan korban. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar masalah jalan berlubang ini segera dibenahi.

"Tadi Menteri Perhubungan sudah menyampaikan, kita terus-menerus berkoordinasi untuk memastikan kelanyakan jalan-jalan yang sekarang dengan musim hujan ini banyak juga yang terjadi lubang bahkan di beberapa tempat sempat jatuh korban, kami pemerintah tentu sangat prihatin," kata melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Dia menegaskan jika masalah jalan berlubang tetap dibiarkan akan berakibat fatal bagi pengendara.

"Saya terus hampir setiap hari mengingatkan untuk kita pada seluruh jajaran memperhatikan hal-hal yang kecil seperti ini tapi berisiko fatal," kata Prasetyo.

Prasetyo mengatakan penanganan jalan berlubang juga berkaitan dengan persiapan pelayanan mudik Lebaran. Pasalnya, banyak bermunculan jalan berlubang di berbagai ruas tol termasuk di jalan arteri.

Dia menuturkan Presiden Prabowo Subianto terus menekankan seluruh jajarannya untuk mengutamakan kepentingan rakyat. Bahkan, dana dari efisiensi anggaran bisa digunakan untuk membantu rakyat melalui perbaikan jalan yang rusak hingga berlubang.

"Kalau bicara dari sisi kemampuan fiskal itulah yang selalu ditekan oleh Bapak Presiden untuk orientasi fiskal kita untuk membantu kepentingan masyarakat, maka kemudian kepada kita semua bahkan sampai hari ini tidak henti-hentinya menekankan supaya kita melakukan efisiensi," kata Prasetyo.

"Dalam tanda kutip ya pemaknaannya jangan disalahartikan lagi, adalah mengurangi kegiatan-kegiatan yang kurang berdampak untuk bisa direalokasi kepada kegiatan-kegiatan yang jauh lebih berdampak dan khususnya membantu meringankan beban masyarakat," pungkasnya.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut