Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AS kembali Serang Iran, Teheran Hujani Qatar hingga UEA dengan Rudal dan Drone
Advertisement . Scroll to see content

Iran kembali Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia bakal Meroket lagi?

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:59:00 WIB
Iran kembali Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia bakal Meroket lagi?
Selat Hormuz (foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga minyak mentah dunia berpotensi kembali menguat pada perdagangan sepekan ke depan seiring meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Apalagi Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Minggu (12/7/2026).

Menurut Ibrahim, secara teknikal minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperkirakan bergerak pada kisaran level support 62,30 dolar AS per barel hingga level resistance 82,20 dolar AS per barel. Meski masih berpeluang mengalami koreksi, harga minyak diperkirakan berpotensi menguat tajam apabila sentimen geopolitik terus memburuk.

"WTI Crude Oil sendiri dalam sepekan kemungkinan diperdagangkan di support 62,30 dolar AS kemudian resistance 82,20 dolar AS. Jadi ada kemungkinan besar turun tapi akan menguat tajam," ujar Ibrahim dalam pernyataan resminya.

Dia menjelaskan, faktor utama yang berpotensi mendorong kenaikan harga minyak berasal dari perkembangan konflik di Timur Tengah. Menurutnya, penutupan Selat Hormuz akan mengganggu distribusi minyak global karena jalur tersebut merupakan salah satu rute pelayaran energi terpenting di dunia.

"Secara resmi Selat Hormuz ditutup total. Sehingga ini akan berpengaruh terhadap transportasi minyak pada hari Senin," katanya.

Selain Timur Tengah, Ibrahim juga menyoroti konflik Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung. Menurutnya, serangan terhadap fasilitas energi Rusia dapat mengurangi produksi minyak negara tersebut sehingga menambah tekanan terhadap pasokan minyak dunia.

"Ukraina terus melakukan penyerangan terhadap instalasi minyak. Dampaknya produksi minyak Rusia mengalami penurunan dan hal itu akan memperkuat harga minyak mentah," ujarnya.

Meskipun saat ini terjadi kelebihan pasokan (oversupply), ketegangan geopolitik dinilai mampu mengubah arah pergerakan harga minyak dalam waktu singkat.

Sebelumnya diberitakan, Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada Minggu (12/7/2026) dini hari setelah sebuah kapal kontainer diserang di Selat Hormuz hingga terbakar dan memaksa seluruh awaknya meninggalkan kapal.

Sebagai balasan, Iran dilaporkan meluncurkan serangan rudal dan drone yang menyasar Bahrain, Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA).

Iran juga mengumumkan Selat Hormuz ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut serta mengancam akan menyerang pangkalan musuh lainnya di kawasan jika kembali diserang.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut