Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jangan Tumbang di Tengah Cuaca Panas! Ini Saran Dokter Biar Tak Gampang Sakit
Advertisement . Scroll to see content

Indonesia Diserang Suhu Panas Ekstrem, Waspada Double Environmental Burden!

Kamis, 30 April 2026 - 16:18:00 WIB
Indonesia Diserang Suhu Panas Ekstrem, Waspada Double Environmental Burden!
Situasi cuaca panas di kota besar. (Foto: Aldhi Chandra)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Beberapa hari ini kota-kota besar di Indonesia mengalami suhu panas ekstrem. Hari ini misalnya, Medan, Sumatera Utara, mencatatkan suhu hingga 40 derajat celcius.  

Fenomena lingkungan yang semakin kompleks ini mengancam kota-kota besar di dunia, termasuk di Indonesia. Kombinasi panas ekstrem dan polusi udara tinggi disebut sebagai double environmental burden yang dampaknya tidak bisa lagi dianggap sepele.

Ahli kesehatan lingkungan dr Dicky Budiman mengungkapkan, kondisi ini sudah terjadi di banyak kota besar. Masyarakat pun diminta untuk waspada, karena dampaknya nyata bagi kesehatan.

"Saat ini bahkan kota-kota besar dan ibu kota mengalami yang disebut double environmental burden, khususnya di negara menengah dan berkembang," ujarnya saat dihubungi iNews.id, Kamis (30/4/2026).

Menurut dia, fenomena ini muncul akibat paparan simultan antara suhu panas ekstrem dan polusi udara yang terus meningkat. Kedua faktor ini saling memperkuat dampak buruk terhadap kesehatan manusia.

"Ini bukan kejadian biasa, tapi indikator krisis lingkungan di perkotaan," tegasnya.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut mencerminkan berbagai masalah struktural, mulai dari minimnya ruang terbuka hijau hingga tingginya emisi dari sektor industri dan transportasi.

"Ini juga menunjukkan lemahnya integrasi kebijakan dalam pendekatan One Health," tambahnya.

Dokter Dicky menilai, tanpa intervensi serius, kondisi ini akan terus memburuk dan meningkatkan beban penyakit di masyarakat. Ia menekankan pentingnya perubahan kebijakan yang menyasar akar masalah lingkungan di kota.

"Perlu ada upaya sistemik, termasuk peningkatan ruang hijau dan pengendalian emisi. Kalau tidak, dampaknya akan terus berulang dan semakin berat," jelasnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa fenomena ini harus menjadi perhatian lintas sektor, tidak hanya kesehatan, tetapi juga perencanaan kota dan transportasi. Bagi dr Dicky, ini masalah bersama yang membutuhkan solusi terintegrasi.

Dengan kondisi yang terus memburuk, double environmental burden kini menjadi sinyal kuat bahwa kota-kota besar sedang berada dalam tekanan lingkungan yang serius.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut