Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemenkes Beri Lampu Hijau Vaksin Dengue Gratis untuk Rakyat? Ini Faktanya!
Advertisement . Scroll to see content

Indonesia Cetak Rekor Terendah Kematian DBD

Senin, 16 Februari 2026 - 20:16:00 WIB
Indonesia Cetak Rekor Terendah Kematian DBD
Indonesia cetak rekor terendah kematian DBD di tengah tantangan perubahan iklim yang memicu lonjakan kasus demam berdarah di berbagai negara.
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Indonesia cetak rekor terendah kematian DBD di tengah tantangan perubahan iklim yang memicu lonjakan kasus demam berdarah di berbagai negara. Capaian ini menjadi angin segar bagi upaya pengendalian penyakit menular di Tanah Air.

Di saat sejumlah kawasan dunia menghadapi peningkatan kasus dengue akibat perubahan cuaca ekstrem, Indonesia justru menunjukkan tren penurunan angka kematian yang signifikan. Keberhasilan ini dinilai sebagai hasil penguatan sistem kesehatan dan kolaborasi aktif masyarakat.

Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK), Asnawi Abdullah, menyampaikan Indonesia menunjukkan ketangguhan luar biasa dalam manajemen klinis penyakit dengue. Meski penularan masih terjadi di berbagai wilayah, kualitas penanganan medis dinilai semakin baik dan efektif.

Case Fatality Rate (CFR) atau angka kematian akibat Demam Berdarah Dengue tercatat turun konsisten dalam lima tahun terakhir. Dari 0,9 persen pada 2021, angka tersebut menyusut hingga mencapai rekor terendah 0,4 persen pada 2025.

“Tren ini menunjukkan bahwa meskipun dengue masih menyebar di komunitas kita, semakin sedikit orang yang meninggal karenanya,” kata Asnawi dalam keterangan resmi.

Penurunan fatalitas ini menjadi indikator penting keberhasilan sistem kesehatan dalam menangani pasien sejak fase awal gejala. Diagnosis lebih cepat dan tata laksana klinis yang tepat disebut menjadi kunci utama.

Keberhasilan Indonesia menekan angka kematian juga tak lepas dari adopsi teknologi kesehatan terbaru. Pemerintah memperkuat sistem surveilans, deteksi dini, serta respons cepat di fasilitas layanan kesehatan primer hingga rujukan.

Setelah sempat menghadapi lonjakan kasus cukup tajam pada 2024 akibat fenomena El Niño, Indonesia mampu melakukan pemulihan cepat pada 2025. Strategi yang lebih proaktif dan adaptif diterapkan untuk meredam dampak wabah.

Asnawi menyebut kerja keras tenaga medis dan relawan menjadi fondasi utama pencapaian ini. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, hingga komunitas dinilai berjalan efektif.

“Keberhasilan ini menunjukkan kekuatan layanan kesehatan kita dan dahsyatnya aksi komunitas, terutama melalui program Jumantik, relawan pemantau jentik kita yang bekerja dari pintu ke pintu untuk menghentikan dengue langsung dari sumbernya,” ucap dia.

Program Jumantik terus digencarkan di berbagai daerah dengan pendekatan berbasis keluarga. Edukasi mengenai 3M Plus dan pencegahan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti dilakukan secara rutin.

Partisipasi aktif masyarakat dinilai mempercepat pengendalian penyebaran virus dengue. Upaya pemberantasan sarang nyamuk dilakukan langsung dari lingkungan tempat tinggal warga.

Dengan capaian CFR di angka 0,4 persen, Indonesia kini berada di bawah target nasional sebesar 0,5 persen. Kondisi ini menegaskan arah kebijakan kesehatan yang dinilai tepat sasaran.

Pemerintah optimistis tren positif ini dapat dipertahankan bahkan terus ditekan hingga mendekati nol. Target jangka panjang pun telah dicanangkan secara ambisius.

“Dengan menjaga tingkat fatalitas tetap jauh dibawah target nasional, Indonesia kini mantap melangkah untuk mencapai tujuan utama kita: Nol Kematian Dengue pada tahun 2030,” ujar Asnawi.

Komitmen tersebut juga diperkuat dalam forum regional yang berlangsung pada 9–10 Februari 2026. Indonesia mendorong kolaborasi dan pertukaran pengalaman antarnegara di kawasan Asia Tenggara.

Dalam forum tersebut, Indonesia berharap praktik baik dalam manajemen klinis dan penguatan komunitas dapat menjadi pembelajaran bersama bagi negara-negara ASEAN. Pengalaman menghadapi lonjakan kasus dan pemulihan cepat dinilai relevan bagi kawasan tropis yang memiliki tantangan serupa.

Indonesia cetak rekor terendah kematian DBD ini sekaligus menjadi bukti bahwa kombinasi kebijakan berbasis data, kesiapsiagaan layanan kesehatan, serta gerakan masyarakat mampu menyelamatkan lebih banyak nyawa. Pemerintah pun bertekad menjaga momentum ini demi mewujudkan Indonesia bebas kematian akibat dengue pada 2030.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut