Idrus Marham Tak Gentar meski Airlangga Kantongi Restu Jokowi
JAKARTA, iNews.id - Dua poros kekuatan terus berebut pengaruh untuk menjadi ketua umum (ketum) Partai Golkar. Sekjen sekaligus pelaksana tugas (plt) ketum Golkar Idrus Marham kemungkinan bakal bersaing dengan Menteri Perindustrian Airlangga Hartato. Perkembangan terbaru, Airlangga diklaim sudah mengantongi restu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Idrus menanggapi enteng dinamika tersebut. Menurutnya, hal yang wajar Presiden Jokowi memberikan izin bila Airlangga mencalonkan diri sebagai ketum Golkar. "Saya kira gak ada masalah. Pak Jokowi izinkan itu (pencalonan Airlangga sebagai Ketum Golkar) karena posisi Airlangga sebagai menteri (tak boleh rangkap jabatan). Saya kira tidak ada yang perlu dirisaukan," ujar Idrus di Jakarta, Jumat (1/12/2017).
Dia menekankan, selama menjabat plt, Golkar dibawanya menjadi sebuah partai pergerakan yang dinamis dan demokratis. Karena itu, dia optimistis Golkar tak hanya eksis melainkan mampu berjuang memenangkan pertarungan perebutan suara saat Pemilu 2019.
Idrus juga tak ingin ambil pusing soal manuver 31 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat I Golkar yang bertemu dengan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dikabarkan mereka sepakat untuk melaksanakan munaslub.
"Enggak masalah berapa pun jumlahnya. Kalau dihitung ketua (DPD) yang hadir dan bertemu Presiden Jokowi 14 atau 15 (orang). Kalau semua bertemu JK (Wapres Jusuf Kalla) beri tahu dulu plt ketua umum partai semestinya ya," kata Idrus.
Dia menegaskan, pertemuan itu tidak akan mempengaruhi putusan rapat pleno partai pada November lalu. Masa depan Setya Novanto sebagai ketua umum partai maupun Ketua DPR tetap menunggu hasil sidang praperadilan. "Sampai hari ini, DPP Partai Golkar tetap konsisen pada keputusan pleno pada 21 November lalu," tutur Idrus.
Editor: Zen Teguh