Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hercules Bantah Paksa Copot Jilbab hingga Todong Pistol ke Ilma Sani: Fitnah!
Advertisement . Scroll to see content

Hercules Jelaskan Duduk Perkara Perselisihan dengan Penulis Ahmad Bahar: Istri Saya Diteror

Minggu, 24 Mei 2026 - 23:56:00 WIB
Hercules Jelaskan Duduk Perkara Perselisihan dengan Penulis Ahmad Bahar: Istri Saya Diteror
Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshal atau Hercules. (Foto: Ary Wahyu Setiawan)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshal atau Hercules menjelaskan duduk perkara perselisihan dengan penulis Ahmad Bahar. Hercules menjelaskan, kasus ini berawal dari adanya dugaan teror yang dilakukan Ahmad Bahar kepada istrinya melalui percakapan WhatsApp.

“Saya perlu tegaskan bahwa yang memulai semua ini adalah Saudara Ahmad Bahar. Ia meneror istri saya melalui pesan WhatsApp di ponsel istri saya,” kata Hercules saat konferensi pers di DPP GRIB Jaya, Minggu (24/5/2026).

“Ada bukti percakapannya, bahkan ada videonya yang jelas menunjukkan wajahnya saat ia berada di Stasiun Pegaden. Ia mencari-cari saya, mengancam akan mendatangi rumah saya, dan mengirim pesan kepada istri saya dengan kata-kata kasar seperti, 'Mana suami kamu? Suami kamu itu (kata kasar),” imbuhnya.

Saat itu, kata dia, istrinya kaget menerima pesan dari orang tak dikenal yang belakangan diduga Ahmad Bahar. Menurutnya, hal yang diduga dilakukan Ahmad Bahar itu dipicu dari pernyataan yang dilontarkan Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais yang menyoroti Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

“Ternyata, buntut dari masalah ini adalah pernyataan saya saat acara ulang tahun GRIB mengenai Pak Amien Rais. Namun perlu diingat, saya tidak mengancam atau menjelek-jelekkan Pak Amien Rais. Saya hanya sebatas mengingatkan,” ujar dia.

"Beliau (Amien Rais) adalah seorang negarawan, tokoh panutan Indonesia dan pernah menjabat sebagai Ketua MPR. Saya hanya menyarankan agar jika berbicara atau mengkritik, jangan sampai mendiskriminasi atau memvonis orang besar dengan tuduhan yang tidak berdasar. Pak Amien adalah milik kita semua, milik rakyat Indonesia,” lanjut dia.

Menurutnya, setelah pernyataannya terhadap Amien Rais itu muncul dugaan teror dari Ahmad Bahar. Dia pun menilai, Ahmad Bahar justru memutarbalikkan fakta.

“Tiba-tiba muncul Ahmad Bahar yang mengancam saya dengan kata-kata kasar dan meneror istri saya. Istri saya trauma, bahkan anak-anak saya juga terkena dampaknya. Namun sekarang, ia memutarbalikkan fakta seolah-olah dia adalah korban dan kami adalah pelakunya. Ahmad Bahar ini sangat licik,” katanya.

Singkat cerita, kata dia, anggota GRIB Jaya mendatangi rumah Ahmad Bahar yang berada di wilayah Depok. Dia mengaku mengetahui alamat rumah tersebut berasal dari Ahmad Bahar sendiri.

Saat itu, mereka membawa anak Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana yang didampingi Ketua RW dan Babinsa setempat. Dia pun ingin mengklarifikasi kasus tersebut kepada anaknya Ahmad Bahar.

“Saya membawa anak itu ke sini untuk klarifikasi baik-baik. Saya tanya kepadanya, 'Kenapa bapakmu mencari-cari saya dan menghina saya?' Saya juga bertanya bagaimana mereka bisa mendapatkan nomor ponsel istri saya, karena hanya orang-orang tertentu yang mengetahuinya,” kata dia.

Hercules pun membantah telah mengintimidasi Ilma Sani dengan cara memaksa anaknya buka jilbab dan menodongkan senjata api. Hercules memastikan, Ilma Sani diperlakukan dengan baik.

“Di sini ada lima anggota GRIB perempuan yang menemani. Saat ia mengaku pusing dan flu, kami carikan obat Panadol dan memberinya makan karena ia belum makan,” katanya.

Setelah itu, lanjut dia, pihak Polres Metro Depok menelepon pengacaranya. Dia menyampaikan kepada petugas piket bahwa anak Ahmad Bahar ada di DPP GRIB Jaya dalam keadaan baik.

Selanjutnya, pihaknya mengantarkan Ilma Sani ke Polres Metro Depok serta menyelesaikan masalah tersebut. Dia berkata, saat itu, kasus tersebut sudah diselesaikan secara damai di kantor polisi.

“Karena ayahnya sudah berada di Polres Depok, maka Ketua RW beserta tim pengacara kami mengantarkan anak tersebut ke Polres Depok untuk bertemu ayahnya agar masalah ini bisa diklarifikasi dan diselesaikan,” jelas dia.

“Kami kira masalah sudah selesai setelah ada pertemuan dan permintaan maaf. Namun, ternyata mereka justru melaporkan kami ke LBH Muhammadiyah, Komnas HAM, dan Polda Metro Jaya dengan narasi seolah-olah mereka adalah korban,” pungkasnya.

Diketahui, sejumlah ormas Islam yang mengatasnamakan Koalisi Ormas Islam untuk Perlindungan Perempuan melaporkan Hercules dan anggota GRIB Jaya ke Polda Metro Jaya. Laporan itu terkait dugaan persekusi dan intimidasi kepada Ilma Sani.

"Hari ini, sesuai dengan rencana kami sebelumnya, bahwa kami dari tim pengacara yang tergabung dalam Koalisi Ormas Islam untuk Perlindungan Perempuan akan mendampingi, ya, Saudara Ilma Sani Fitriana untuk membuat laporan polisi di Polda Metro Jaya," ujar perwakilan koalisi sekaligus Ketua Bidang Riset dan Advokasi LBH AP PP Muhammadiyah, Gufroni di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Sebelumnya, Ilma Sani mengaku diintimidasi oleh anggota GRIB Jaya. Ilma juga mengaku dibawa ke markas GRIB Jaya dan bertemu Hercules.

Ilma Sani mengungkapkan kronologi dugaan intimidasi yang dilakukan Hercules dan anggotanya. Dia mengaku dipaksa mencopot jilbab, ditodong senjata api, hingga diancam ayahnya akan ditelanjangi.

"Beliau tidak percaya, akhirnya bilang, 'Kamu ini gimana sih, kamu kan perempuan kamu harusnya berbuat baik, copot saja itu jilbab kamu'. Saya merasa tidak adil diperlakukan seperti ini, 'Kalau misalnya bapak kamu ada di sini sudah saya telanjangin bapak kamu, nanti biar kamu yang videokan'," ujar Ilma di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Ilma mengaku sempat menolak ikut ke Kantor GRIB Jaya saat rumahnya didatangi empat anggota ormas tersebut. Dia mengaku dipaksa ikut dengan dalih akan dibuatkan surat bermeterai untuk menjamin keselamatannya.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut