Heboh Rating Game IGRS di Steam, Komisi I DPR Dukung Komdigi Investigasi
JAKARTA, iNews.id - Anggota Komisi I DPR Yudha Novanza Utama mendukung Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang tengah menginvestigasi ketidaksesuaian penerapan sistem rating Indonesia Game Rating System (IGRS) di platform Steam. Dia menilai investigasi itu dapat menjaga kepercayaan publik terhadap pengawasan pemerintah.
"Langkah ini merupakan respons yang cepat dan tepat, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap pengawasan konten digital nasional," kata Yudha kepada wartawan, Jumat (10/4/2026).
Dia menilai proses investigasi yang tengah berlangsung dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat sistem rating game nasional secara berkelanjutan. Langkah perbaikan perlu difokuskan pada sejumlah aspek strategis, terutama dalam meningkatkan penyempurnaan mekanisme penilaian dan verifikasi dalam sistem IGRS.
Selain itu, Yudha juga menyoroti pentingnya penguatan pengawasan terhadap proses self-assessment yang dilakukan oleh pengembang gim. Tanpa kontrol yang memadai, kata dia, mekanisme tersebut berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian dalam penilaian konten.
Komdigi Ungkap Fakta Mengejutkan, Banyak Anak Indonesia Sudah Melek Internet
Dia juga mendorong peningkatan akurasi dan konsistensi data dalam sistem rating yang terintegrasi dengan berbagai platform distribusi digital global. Integrasi ini dinilai penting agar standar penilaian konten Indonesia dapat selaras dengan ekosistem internasional.
"Saya menegaskan bahwa sistem klasifikasi usia merupakan bagian penting dalam upaya perlindungan masyarakat, khususnya anak-anak, dari paparan konten yang tidak sesuai," ujarnya.
Era AI, Komdigi Sebut Data Budaya Jadi Harta Karun Baru!
Yudha menambahkan, langkah-langkah yang dilakukan pemerintah perlu terus didukung agar menghasilkan sistem yang semakin kredibel, adaptif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi digital.
Momentum ini, lanjut dia, diharapkan dapat semakin memperkuat kepercayaan publik, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab di Indonesia.
Tak Mau Anak Jadi Korban Dunia Maya, Publik Desak Komdigi Tegas Aturan Digital
“Ini bukan hanya soal regulasi, tetapi juga soal tanggung jawab bersama dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat,” pungkasnya.
Diketahui, Komdigi tengah mendalami temuan ketidaksesuaian antara klasifikasi usia dan konten aktual pada sejumlah game yang tersedia di platform Steam.
Komdigi Akui Ada Bahaya Tersembunyi di Balik AI, Intai Data Publik!
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Sonny Hendra Sudaryana menegaskan klasifikasi usia merupakan instrumen penting dalam pelindungan konsumen, khususnya anak dan remaja.
“Tujuan utama penerapan Indonesia Game Rating System (IGRS) adalah memberi pegangan yang jelas bagi orang tua agar anak bermain sesuai dengan usianya,” ujar Sonny di Kantor Komdigi, Jakarta Pusat.
Sementara itu, Steam meminta maaf atas kesalahan pencantuman rating IGRS pada gim di platformnya. Steam mengklaim terjadi kesalahan teknis dan miskomunikasi.
"Kesalahan teknis dan miskomunikasi mengakibatkan rating yang tidak akurat dan tidak lengkap ditampilkan sementara di Steam antara tanggal 2 April dan 5 April," tulis Steam dalam keterangannya.
Editor: Rizky Agustian