Heboh Korsel Keluarkan Travel Warning ke Bali, Kemenpar Buka Suara
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Korea Selatan melalui kedutaannya mengeluarkan travel warning bagi warganya yang ingin berkunjung ke Bali. Imbauan tersebut langsung memicu perhatian, mengingat Pulau Dewata selama ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan mancanegara.
Travel warning tersebut dirilis pada 1 April 2026 oleh Kedutaan Besar Korea Selatan setelah adanya sejumlah kasus kriminalitas serius yang dilaporkan menyasar warga negara asing di Bali. Dalam peringatannya, wisatawan diminta meningkatkan kewaspadaan selama berada di sejumlah kawasan wisata populer.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan pemerintah Indonesia tidak tinggal diam. Dia menyebut pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk menindaklanjuti situasi tersebut melalui jalur diplomatik.
"Kami akan terus berkoordinasi dengan Kemlu. Pendekatan diplomatik juga terus dilakukan, karena memang Kemlu yang menjadi leading sector untuk hubungan dengan luar negeri," ujar Ni Luh saat ditemui di Jakarta Selatan, Sabtu (11/4/2026).
Kemenpar Perkuat Promosi Wonderful Indonesia di Belanda melalui Serial First Class Indonesia
Meski travel warning telah dikeluarkan, Kementerian Pariwisata memastikan minat wisatawan Korea Selatan ke Indonesia, khususnya Bali, belum menunjukkan penurunan signifikan. Data terbaru justru memperlihatkan tren kunjungan yang masih stabil.
Ni Luh mengungkapkan, Korea Selatan tetap menjadi salah satu pasar strategis bagi pariwisata Indonesia. Negara tersebut bahkan masih masuk dalam daftar 10 besar penyumbang wisatawan mancanegara ke Tanah Air.
Sport Tourism Half Marathon Perdana di Malang 26 April 2026, Kemenpar Beri Lampu Hijau!
"Sampai saat ini kami lihat dari data kunjungan masih terus terjadi dari Korea Selatan ke Indonesia. Korea Selatan ini masih menjadi bagian dari top 10 kedatangan wisatawan ke Indonesia. Kami harapkan bisa terus diperkuat dan dijaga," jelasnya.
Lebih lanjut, pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan sambil menunggu arahan lanjutan dari Kementerian Luar Negeri terkait langkah strategis yang perlu diambil.
Sebagai informasi, travel warning dari Korea Selatan ini dipicu meningkatnya kasus kriminalitas di beberapa destinasi populer di Bali, seperti Jimbaran, Seminyak, hingga Canggu.
Pemerintah Indonesia pun diharapkan dapat terus meningkatkan aspek keamanan dan kenyamanan wisatawan, guna menjaga kepercayaan pasar internasional terhadap sektor pariwisata nasional.
Editor: Muhammad Sukardi