Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : DPR Buka Suara soal Heboh Isu Gaji PNS Dipotong untuk Bayar PPPK
Advertisement . Scroll to see content

Hasil Kajian: Biaya Pendidikan Ideal di RI Rp18 Juta per Anak per Tahun

Selasa, 14 Juli 2026 - 02:00:00 WIB
Hasil Kajian: Biaya Pendidikan Ideal di RI Rp18 Juta per Anak per Tahun
Ilustrasi biaya ideal pendidikan di Indonesia mencapai Rp18 juta per tahun per anak. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Fraksi Partai Golkar DPR RI mengungkap hasil kajian terkait biaya pendidikan ideal di Indonesia. Disebutkan, biaya yang harus dikeluarkan orang tua berada di Rp18 juta per anak per tahun.

Data itu disampaikan Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI M Sarmuji mengutip Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (2024), Risalah Kebijakan Kemendikbud (2020), data Badan Pusat Statistik, serta berbagai regulasi yang berlaku.

Menurut Sarmuji, kajian itu menemukan bahwa biaya mendidik satu anak bukan hanya soal dana operasional sekolah yang selama ini dicakup BOS. Setidaknya, kata dia, ada tiga lapis biaya yang harus dihitung bersama seperti biaya operasional sekolah, biaya pendidik, dan biaya yang harus ditanggung langsung oleh keluarga.

"Untuk jenjang SD, misalnya, kalau ketiga lapisan itu dijumlahkan, biaya yang sesungguhnya layak mencapai sekitar Rp18 juta per anak per tahun,"  ujar Sarmuji dalam pidatonya saat membuka acara Seminar Nasional Fraksi Golkar, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2026).

"Sementara BOS yang diterima sekolah hanya Rp900.000 kurang dari lima persen dari total kebutuhan," sambung dia.

Ia mengatakan biaya ideal untuk pendidikan anak sebesar Rp18 juta per tahun itu bisa diperdebatkan. Ia menjelaskan, nilai tersebut dipatok lantaran pendidikan itu merupakan hal yang penting. 

"Sehingga kita tidak memberi standar yang sekadarnya saja. Angka Rp18 juta itu memang akan bisa menjadikan seorang siswa untuk lebih maju dan bisa bersaing dengan peradaban lain di dunia," tutur Sarmuji.

Dengan angka itu, Sarmuji mempertanyakan kecukupan kebutuhan siswa dengan dana BOS. Ia pun menyadari, kebutuhan anggaran pendidikan yang layak bagi anak tak bisa dipenuhi seluruhnya oleh negara.

"Tentu angka Rp18 juta saat ini tidak bisa negara sampai bisa mencukupi Rp18 juta, ya. Tentu ada biaya tetap akan ada biaya yang ditanggung oleh orang tua. Ada yang bisa jadi masih pendidik masih harus ya memberikan jasanya meskipun pembayarannya tidak optimal," ucap Sarmuji.

"Tetapi setidak-tidaknya kita ingin ada peningkatan secara gradual biaya operasional siswa, operasional sekolah yang selama ini diberikan oleh pemerintah. Kita meng-endorse supaya terjadi hitung-hitungan yang lebih rasional, ada peningkatan, dan ada juga sisi keadilannya," tambahnya.

Menurutnya, besaran biaya yang ideal di tiap daerah berbeda. Ia pun mencontohkan, besaran biaya pendidikan yang ideal di Jakarta, Jawa Tengah hingga di Papua Pegunungan tentu berbeda. 

Namun, ia menegaskan, pihaknya ingin mendorong Pemerintah adanya peningkatan dana BOS agar bisa memenuhi biaya pendidikan yang layak.

"Hal-hal itu yang kita dorong supaya di satu sisi ada peningkatan dana BOS, kita review kembali, dan syukur-syukur bisa ditingkatkan. Di sisi yang lain kita juga mengusulkan supaya lebih berkeadilan mempertimbangkan beban baik daerah maupun jenis satuan pendidikannya," pungkasnya.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut