Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menkes Pastikan Super Flu Tak Mematikan seperti Covid-19: Gak Usah Khawatir
Advertisement . Scroll to see content

Hari Raya Natal saat Pandemi, Keuskupan Agung Minta Perayaan Sederhana

Senin, 21 Desember 2020 - 15:54:00 WIB
Hari Raya Natal saat Pandemi, Keuskupan Agung Minta Perayaan Sederhana
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Hari raya Natal tahun 2020 akan dirayakan di tengah pandemi Covid-19. Jemaat diminta disiplin protokol kesehatan.

Sekjen Keuskupan Agung Jakarta, Romo Vincentius Adi Prasojo mengingatkan para jemaat untuk merayakan ibadah Natal dengan suasana hening dan sederhana. 

“Kami selalu memperhatikan Surat Edaran dari Kementerian Agama juga dari Pemda DKI dan terakhir juga dari Surat Edaran dari Satgas Penanganan Covid-19, karena itu tentu untuk ibadat Natal, Kami menyebutnya ibadat, menghindari kata-kata perayaan, untuk mengingatkan Jemaat bahwa ini kita masuk dalam peribadatan, suasana hening dan sederhana,” kata Romo Adi dalam dialog Ibadah Natal di Masa Pandemi secara virtual dari Media Center Satgas Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Senin (21/12/2020).

Romo Adi juga menjelaskan tata cara peribadatan Natal di masa pandemi. “Pertama kami melakukan penyesuaian dalam tata peribadatan, yang biasanya 2 jam, lalu ini maksimal hanya 1 jam. Jumlah yang hadir juga tetap sama dengan mengikuti protokol kesehatan,” katanya.  

Jemaat untuk merayakan Natal di rumah saja. Selain itu, dia mengimbau jemaat untuk tidak mudik.

“Jemaat untuk tidak bepergian tidak mudik, tetap di rumah, silaturahmi Natal antara keluarga tetap di rumah, kalau perlu online saja. Dan itu yang persiapan-persiapan yang terus kami lakukan termasuk dalam hal tracing dengan pendaftaran online,” katanya.  

Sementara itu, Romo Adi pun mengatakan jika perayaan Natal secara langsung di Gereja Katedral tetap dilakukan, namun harus sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan. 

“Sudah 3 bulan ini kami mengadakan peribadatan tatap muka, offline. Dan untuk Natal peribadatan tetap ada, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan dengan durasi yang dipersingkat dan aturan yang semakin ketat. Apalagi di daerah DKI Jakarta situasinya semakin seperti kita ketahui bersama,” katanya.

Untuk peribadatan di Gereja Katedral, kata Romo Adi ada dua yakni melalui online maupun offline. Setiap jemaat wajib memakai masker bila ingin beribadah secara offline.

“Bagi umat yang datang untuk offline, pertama di harus terdaftar secara online, mengikuti protokol, menggunakan masker dari rumah di tempat ibadah sampai pulang tidak boleh lepas masker, menjaga jarak sebagaimana sudah kami lakukan selama ini, memastikan sehat dan para pelayan peribadatan juga dipastikan bebas Covid dengan tes yang ada," ujarnya.

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut