Hari Palang Merah Internasional, Ini Sejarah Perjuangannya
JAKARTA, iNews.id - Hari Palang Merah internasional diperingati setiap tanggal 8 Mei. Jadwal tersebut dilakukan untuk merayakan semangat kemanusiaan, sekaligus mengapresiasi individu yang telah membuat perbedaan di dalam komunitasnya.
Tema hari Palang Merah Internasional 2023 adalah “Everything we do comes #fromtheheart” yang artinya “Semua yang kami lakukan berasal #darihati”. Tema tersebut adalah untuk menghargai orang-orang yang telah mengambil langkah untuk mendukung mereka yang membutuhkan.
Orang-orang tersebut tak melulu yang menyandang status resmi sebagai relawan Palang Merah atau Bulan Sabit Merah, tetapi juga orang-orang biasa yang berada di berbagai tempat, baik itu tempat-tempat yang kita kunjungi ataupun yang tinggal dekat dengan kita, yang memberikan pertolongan maupun dukungan. Mereka telah mendukung Palang Merah dan mereka melakukannya dengan cinta serta #darihati.
Tanggal berdirinya Palang Merah Internasional tidak terlepas dari sosok yang menerima Hadiah Nobel Perdamaian pertama, Henry Dunant. Sebagai penghargaan atas jasanya membentuk Komite Palang Merah Internasional, tanggal kelahiran Dunant, yakni 8 Mei, dijadikan sebagai Hari Palang Merah Internasional.
Sejarah Hari Palang Merah Internasional dapat ditelusuri kembali ke pembentukan gerakan Palang Merah itu sendiri. Pada 1859 di Kota Solferino, Italia Utara, pasukan Perancis dan Italia bertempur melawan pasukan Austria dalam peperangan yang mengerikan.
Di hari yang sama, seorang warga negara Swiss, Henry Dunant, berada di kota tersebut untuk menemui Kaisar Prancis, Napoleon III. Saat itu, puluhan ribu tentara terluka dan tewas dalam peperangan.
Di sisi lain, Dunant juga menyaksikan bahwa petugas medis militer tidak mampu menangani seluruh tentara yang terluka. Ia pun langsung mengerahkan pertolongan dengan dibantu penduduk setempat.
Sekembalinya ke Swiss, Dunant membuat buku untuk menceritakan apa yang terjadi dan yang dia alami di Kota Solferino. Buku berjudul “Kenangan dari Solferino” itu menggemparkan seluruh Eropa.
Dalam bukunya, Henry menyampaikan dua gagasan, yakni pembentukan organisasi kemanusiaan internasional yang dapat dipersiapkan untuk didirikan pada masa damai untuk menolong para prajurit yang cedera di medan perang. Gagasan kedua, mengadakan perjanjian internasional untuk melindungi prajurit yang cedera di medan perang serta perlindungan sukarelawan dan organisasi tersebut saat memberikan pertolongan di waktu perang.
Setelah mendapatkan respons positif dari Gustave Moynier selaku Presiden Perhimpunan Jenewa untuk Kesejahteraan Umum, Dunant membentuk komite bersama empat orang lainnya untuk mengembangkan gagasan tersebut. Empat orang tersebut, selain Gustave Moynier, adalah Guillaume-Henri Dufour, Louis Appia, dan Theodore Maunoir.
Pada 17 Februari 1863, komite itu mengadakan pertemuan untuk pertama kali. Tanggal tersebut kemudian dikenang sebagai tanggal berdirinya Komite Internasional Palang Merah (ICRC), yang merupakan cikal bakal Palang Merah Internasional.
Pada 1910, atas perannya dalam Gerakan Palang Merah dan Konvensi Jenewa, Henry Dunant dianugerahi menerima Hadiah Nobel Perdamaian untuk pertama kalinya. Selang 38 tahun kemudian, Hari Palang Merah Internasional pertama kali dirayakan atau tepatnya pada 8 Mei 1948.
Seiring waktu, perayaan tersebut kemudian dikenal sebagai Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia. Demikian sejarah Hari Palang Merah Internasional.
Editor: Puti Aini Yasmin