Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menkeu Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026
Advertisement . Scroll to see content

Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, DPR: Gunakan Secara Bijak

Selasa, 07 April 2026 - 15:16:00 WIB
Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, DPR: Gunakan Secara Bijak
Pengendara motor mengisi BBM subsidi jenis Pertalite. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Wakil Ketua Komisi VI DPR Nurdin Halid menyambut baik pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tak naik hingga akhir 2026. Namun, dia mengingatkan BBM subsidi harus digunakan secara bijak dan tepat.

Nurdin menegaskan efektivitas kebijakan subsidi sangat bergantung pada ketepatan sasaran dan kedisiplinan dalam penggunaannya. Tanpa pengawasan yang optimal, beban fiskal negara berpotensi meningkat dan mengurangi ruang kebijakan pemerintah ke depan.

“Subsidi harus digunakan secara bijak dan tepat sasaran. Ini adalah instrumen perlindungan sosial, bukan untuk disalahgunakan,” ujar Nurdin dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).

Di sisi lain, Nurdin menilai kepastian harga BBM subsidi yang tak naik memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk menyusun perencanaan bisnis secara lebih terukur di tengah ketidakpastian ekonomi global.

"Stabilitas harga energi menjadi kunci dalam menjaga efisiensi biaya logistik dan produksi, sehingga daya saing industri nasional tetap terjaga,” ujarnya.

Nurdin menilai, kebijakan ini tidak hanya berdampak pada sektor industri besar, tetapi juga memberikan perlindungan bagi UMKM yang rentan terhadap fluktuasi biaya input.

"Dengan terkendalinya harga BBM, tekanan biaya dapat diminimalkan, sehingga pelaku usaha memiliki ruang untuk mempertahankan margin usaha dan menjaga keberlangsungan operasional. Di sisi lain, stabilitas harga energi juga berkontribusi dalam menahan tekanan inflasi dan menjaga konsumsi domestik tetap kuat," ucapnya.

Lebih lanjut, Nurdin mendorong pemerintah untuk memperkuat sistem pengawasan distribusi BBM subsidi agar tidak terjadi kebocoran, sekaligus memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak. Dia menekankan, konsistensi kebijakan dan tata kelola yang baik akan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Dengan stabilitas yang terjaga, industri memiliki peluang untuk tumbuh lebih resilien dan berdaya saing di tengah dinamika ekonomi global,” ucap dia.

Sebelumnya, Purbaya menjamin harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir 2026. Adapun, terdapat dua jenis BBM bersubsidi, di antaranya Pertalite dan Solar.

Purbaya mengatakan, anggaran untuk BBM subsidi cukup hingga sampai akhir tahun ini. Dia pun memastikan jika harga minyak dunia melonjak lebih tinggi, pihaknya telah menyiapkan strategi pendanaan.

"Harga BBM bersubsidi tidak akan naik sampai akhir tahun dan anggaran saya cukup. Kalau kepepet gimana? Misalnya harganya lebih tinggi lagi? Selama suplainya ada, kita masih punya bantalan uang sebesar Rp420 triliun yang sekarang dalam bentuk sisa anggaran lebih atau SAL, kalau kepepet itu masih bisa dipakai," kata Purbaya dalam konferensi pers Kebijakan Transportasi dan BBM di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Namun, Purbaya menilai harga minyak dunia tidak akan bertahan di atas 100 dolar AS per barel dalam jangka waktu panjang.

"Tapi rasanya sih kita kesana masih jauh karena harga minyak kecil peluangnya bertahan di atas 100 (dolar AS per barel) untuk waktu berkepanjangan," ucapnya.

Purbaya memastikan telah melakukan penelitian terkait harga minyak dunia hingga akhir tahun dengan rata-rata 100 dolar AS per barel. Namun, dia memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bisa mencukupi kebutuhan subsidi BBM.

"Jadi waktu kita exercise dengan harga minyak dunia rata-rata 100 dolar AS per barel sampai akhir tahun, pemotongan, penghematan sana-sini, kita bisa pastikan defisit di kisaran 2,9 persen," ujarnya.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut