Hakim Heran Cucu SYL Usaha Tambang tapi Magang di Kementan: Kok Mau Honor Tak Sebanding?
JAKARTA, iNews.id - Cucu mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), Andi Tenri Bilang atau yang akrab disapa Bibi, disebut memiliki bisnis tambang. Secara bersamaan Bibi juga magang di Kementerian Pertanian (Kementan).
Berdasarkan kesaksian Protokol Menteri Pertanian Rininta Octarini, anak dari putri SYL, Indira Chunda Thita itu menerima honor Rp10 juta.
Semula, hakim anggota Ida Ayu Mustikawati menanyakan pengetahuan Thita soal anaknya yang kerap kali menukar uang asing.
"Tahu tidak itu uang dari mana? Saudara tahu kan?" tanya Hakim di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (5/6/2024).
Putri SYL Klaim Tidak Pernah Terapi Stem Cell Rp200 Juta Pakai Uang Kementan
"Tahu," jawab Thita.
Ida menanyakan pekerjaan Bibi kepada Thita. Awalnya, Thita hanya menjawab anaknya punya usaha bersama teman-temannya.
Saksi Ungkap SYL Belum Bayar Biaya Perjalanan Dinas ke Spanyol Rp1 Miliar
Tidak puas dengan jawaban itu, Hakim Ida kembali mencecar sumber penghasilan Bibi.
"Usaha apa?" cecar Ida.
Surya Paloh Sudah Capek Lihat Berita Korupsi SYL
"Usaha ada kumpul di pertambangan," jawab Thita.
Ida kemudian bertanya soal Bibi yang tercatat sebagai tenaga honorer di Kementan. Menurut Thita, Bibi diminta SYL untuk magang di Kementan, namun dia tidak tahu anaknya menerima honor.
Sidang SYL, Sahroni Klaim Tak Tahu Uang Rp850 Juta untuk Nasdem dari Kementan
"Waktu itu sedengar saya, Bibi mengatakan, kakeknya minta untuk menjadikannya salah satu yang bekerja sebagai magang di Kementan," kata Thita.
"Tahu kalau Bibi juga dibayar honornya?" tanya Ida.
"Saya tidak tahu," timpal Thita.
Ida pun heran mendengar jawaban Thita. Bibi yang punya usaha tambang tapi masih menerima honor dari Kementan.
"Kalau dia seorang pengusaha kok mau bekerja dengan honor yang tidak sebanding? Itu usahanya sudah berapa lama?" cecar Ida.
Thita mengaku tidak mengetahui berapa lama anaknya menekuni bidang tersebut.
Sekadar informasi, SYL didakwa menerima gratifikasi senilai Rp44,5 miliar. Jumlah tersebut didapatkan dari patungan pejabat eselon I dan 20 persen dari anggaran di masing-masing sekretariat, direktorat dan badan pada Kementan.
Editor: Rizky Agustian