Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Pria asal Malaysia Jadi Orang Kaya Mendadak usai Jual Domain Rp1,1 Triliun!
Advertisement . Scroll to see content

Guru Besar FTUI Ungkap Teknologi Komunikasi Radio Frekuensi Bisa Buka Lapangan Kerja Baru

Jumat, 03 November 2023 - 22:50:00 WIB
Guru Besar FTUI Ungkap Teknologi Komunikasi Radio Frekuensi Bisa Buka Lapangan Kerja Baru
Universitas Indonesia (UI) mengukuhkan Gunawan Wibisono sebagai guru besar tetap dalam bidang ilmu device sistem telekomunikasi Fakultas Teknik UI (FTUI). (Foto: FTUI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Universitas Indonesia (UI) mengukuhkan Gunawan Wibisono sebagai guru besar tetap dalam bidang ilmu device sistem telekomunikasi Fakultas Teknik UI (FTUI). Dia dikukuhkan usai menyampaikan orasi ilmiah “Peranan Teknologi Komunikasi Radio Frequency untuk Kesejahteraan” terutama dampaknya dalam membuka lapangan kerja baru.

Gunawan menyebut kelahiran teknologi 1G, 2G, 3G, 4G hingga 5G membutuhkan perangkat radio frequency (RF) pemancar dan penerima (transceiver). Sehingga hal tersebut memungkinkan gawai bisa berkomunikasi dengan perangkat base transceiver station (BTS).

Agar dapat beroperasi, perangkat RF tersebut dirancang menggunakan konsep multiband dan konsep resonator supaya dapat bekerja sesuai dengan frekuensi yang dijalankan.

Perangkat komunikasi bergerak dapat dibagi dalam 3 bentuk, yakni objek untuk ditingkatkan kinerjanya, pengembang dengan menggunakan perangkat untuk membantu kerja sistem internet of things (IoT) serta pengguna perangkat. IoT merupakan konsep yang menghubungkan semua perangkat ke internet.

“Dengan perangkat tersebut, masyarakat dapat berinteraksi melalui gawai dari jarak jauh,” ujar Gunawan, Jumat (3/11/2023).

Dia menambahkan saat ini teknologi IoT telah dikembangkan untuk kehidupan sehari-hari.

“Beberapa di antaranya adalah fishery untuk mengatur pemberian pakan pada ikan, Covid-19 Detection untuk memantau pergerakan pasien Covid-19, alat monitor bagi petugas jaga Covid-19, serta Elder People Detection untuk mendeteksi keberadaan pasien orang tua yang tinggal sendirian,” ujarnya.

Berdasarkan riset yang yang dilakukan McKinsley Global Institute pada 2020, nilai ekonomi yang dapat dibuka oleh IoT sangat besar dan terus berkembang. McKinsey memperkirakan pada 2030, IoT secara global dapat menghasilkan nilai 5,5 hingga 12,6 triliun dolar AS termasuk nilai yang ditangkap oleh konsumen dan pelanggan produk dan layanan IoT.

Layanan-layanan seperti perindustrian, kesehatan, perkantoran, smart city hingga smart building menjadi potensial bisnis dari pemanfaatan IoT.

Indonesia sendiri diestimasikan akan mendapatkan nilai total produktivitas hingga 120 miliar dolar AS pada 2025 dengan sektor pendapatan mayoritas dari manufaktur, ritel, transport, mining, agrikultur, telekomunikasi dan media serta kesehatan dengan jumlah koneksi device IoT mencapai hingga 678 miliar perangkat.

“Selain itu, pengembangan teknologi 5G juga berpotensi meningkatkan PDB Indonesia pada tahun 2030. Perekonomian Indonesia diperkirakan akan mengalami pertumbuhan eksponensial pada 2024,” ujarnya.

Diperkirakan 5G akan memberikan kontribusi sebesar 9,3 persen terhadap PDB Indonesia pada 2030 dan 9,8 persen pada 2035.

“Teknologi 5G juga akan meningkatkan keuntungan bagi berbagai sektor, yaitu sektor jasa, sektor manufaktur, serta teknologi digital akan membuka 20–40 juta lapangan pekerjaan baru,” tuturnya.

Editor: Rizal Bomantama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut