Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gunung Merapi Luncurkan 2 Kali Awan Panas Guguran Hari Ini, Status Siaga
Advertisement . Scroll to see content

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Siang Ini, Status Level III Siaga

Senin, 01 Juni 2026 - 16:16:00 WIB
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Siang Ini, Status Level III Siaga
Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran pada Senin (1/6/2026) siang. Jarak luncur tidak dapat diamati karena puncak gunung tertutup kabut. (Foto: Dok. BPPTKG)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah terpantau meluncurkan awan panas guguran pada Senin (1/6/2026) siang. Namun, jarak luncur awan panas tidak dapat diamati karena puncak gunung tertutup kabut.

Berdasarkan informasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas guguran terjadi pada pukul 14.09 WIB.

"Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pukul 14.09 WIB dengan amplitudo maksimum 64,04 mm dan durasi 88,58 detik. Visual berkabut," tulis keterangan BPPTKG.

Karena kondisi visual yang tertutup kabut, arah maupun jarak luncur awan panas guguran belum dapat dipastikan melalui pengamatan visual. BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di kawasan rawan bencana dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi. 

Warga juga diminta tetap mematuhi rekomendasi resmi yang telah dikeluarkan oleh otoritas vulkanologi.

Sebelumnya, berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB, aktivitas kegempaan masih didominasi gempa guguran sebanyak 29 kali. Selain itu tercatat 14 gempa hybrid atau fase banyak serta dua gempa vulkanik dangkal.

Secara visual, gunung teramati jelas hingga tertutup kabut level 0-III. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal terpantau membumbung setinggi sekitar 25 meter dari puncak.

Selama periode pengamatan tersebut, petugas juga mencatat enam kali guguran lava ke arah barat daya melalui hulu Kali Sat/Putih dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.

Saat ini status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.

BPPTKG menyatakan potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas masih mengancam sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer. Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya berada di Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer.

BPPTKG menegaskan, suplai magma ke Gunung Merapi masih berlangsung sehingga berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya. 

"Masyarakat juga diminta mewaspadai ancaman lahar dan gangguan abu vulkanik terutama saat terjadi hujan di kawasan Merapi," kata BPPTKG. 

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut