Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Keluarkan Asap Hitam Tebal
JAKARTA, iNews.id - Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda menunjukkan peningkatan yang ditandai dengan kemunculan asap kawah berwarna hitam tebal pada periode pengamatan Selasa (7/7/2026) pukul 12.00–18.00 WIB. Namun, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga).
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), asap kawah teramati berwarna putih, kelabu, hingga hitam dengan intensitas tipis, sedang, sampai tebal. Tinggi kolom asap berkisar antara 10 hingga 200 meter di atas puncak kawah.
"Gunung jelas hingga kabut 0-I. Asap kawah teramati berwarna putih, kelabu, dan hitam dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal dan tinggi 10-200 m di atas puncak kawah," tulis PVMBG dalam laporannya.
Selama periode pengamatan, cuaca di sekitar gunung terpantau cerah hingga berawan. Angin bertiup lemah ke arah barat laut dengan suhu udara berkisar 29,2–30,8 derajat Celsius dan kelembapan 70–72 persen.
Dari sisi kegempaan, petugas mencatat sebanyak 9 kali gempa hembusan dengan amplitudo 4,7–11 milimeter dan durasi 20–47 detik. Selain itu, terekam 12 kali gempa tremor harmonik dengan amplitudo 2,9–22,2 milimeter dan durasi 35–1.477 detik.
Aktivitas juga disertai satu kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 7,1 milimeter dan durasi 24 detik.
Sementara itu, tremor menerus (microtremor) masih terekam dengan amplitudo 1–6 milimeter, didominasi amplitudo 1 milimeter.
PVMBG mengingatkan masyarakat, wisatawan, maupun pendaki agar tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer (km) dari kawah aktif.
"Masyarakat, pengunjung, wisatawan, pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif," kata PVMBG.
Editor: Aditya Pratama