Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Yahya Zaini Setuju Usulan KPK Jabatan Ketum Parpol Maksimal 2 Periode: Bagi Golkar Sudah Biasa
Advertisement . Scroll to see content

Golkar Peringatkan Gubernur Kaltim yang Didemo Warga: Ayo Peka, Jangan Berlebihan!

Sabtu, 25 April 2026 - 17:04:00 WIB
Golkar Peringatkan Gubernur Kaltim yang Didemo Warga: Ayo Peka, Jangan Berlebihan!
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud keluar dari kantornya usai didemo warga (dok. istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - DPP Partai Golkar memberikan atensi khusus terkait aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh di kantor Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud yang juga kader Golkar. Demo itu dilakukan warga terkait sorotan terhadap anggaran pemerintah provinsi yang dinilai belum transparan.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, memperingatkan kepala daerah untuk peka terhadap kondisi masyarakat.

"Kami mengimbau sekaligus memberikan arahan DPP Partai Golkar, ayo kita peka terhadap suasana, ayo kita peka terhadap kondisi masyarakat kita," kata Sarmuji, dikutip Sabtu (25/4/2026).

Dia menekankan pentingnya kesederhanaan bagi pejabat publik agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial atau polemik di tengah masyarakat.

"Jangan sampai tampak berlebihan, baik itu yang sifatnya pribadi maupun yang sifatnya dinas," katanya.

Sarmuji menyatakan, penyampaian aspirasi oleh masyarakat adalah hal yang wajar. Kendati demikian dia tetap berharap hal tersebut dilakukan dengan cara yang baik. 

Sebelumnya, aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur berakhir ricuh setelah polisi membubarkan massa di Jalan Gajah Mada, Selasa (21/4/2026). Situasi memanas usai sejumlah peserta aksi melempari petugas dengan batu dan botol.

Pembubaran dilakukan karena waktu demonstrasi telah melampaui batas yang ditentukan. Aparat kemudian mengerahkan mobil water canon untuk memukul mundur massa yang semakin anarkitis.

Aksi tersebut diikuti mahasiswa, Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim, komunitas atlet disabilitas, hingga organisasi masyarakat. Massa bergerak dari Gedung DPRD menuju Kantor Gubernur dengan membawa spanduk dan poster kritik.

Dalam orasinya, mereka menyoroti kebijakan pemerintah provinsi yang dinilai belum transparan. Massa juga mengangkat isu dugaan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di lingkungan pemerintahan daerah.

Usai aksi berakhir, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud terlihat meninggalkan kantornya dengan pengawalan aparat keamanan. Dia keluar bersama sejumlah pejabat menuju rumah jabatan.

Namun, saat awak media mencoba meminta keterangan, Rudy memilih tidak memberikan tanggapan. Dia tetap berjalan tanpa merespons pertanyaan terkait aksi yang berlangsung sejak siang hingga petang tersebut.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut