Gibran Kembali Blusukan, Survei Program Makan Siang Gratis di Tangerang
TANGERANG, iNews.id - Wakil Presiden Terpilih Gibran Rakabuming Raka kembali blusukan ke Cipondoh, Tangerang, Selasa (30/7/2024). Gibran mengaku melakukan survei untuk program makan siang gratis.
Kali ini, Gibran didampingi Bakal Calon Wali Kota Tangerang, Faldo Maldini.
"Seperti biasa, kita ke kampung-kampung, ke kawasan padat penduduk, bagi-bagi susu, bagi-bagi buku. Bang Faldo juga bagi-bagi sembako," kata Gibran.
Putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini menyampaikan kegiatan tersebut juga dalam rangka melakukan belanja masalah di setiap wilayah. Khusus di Kota Tangerang, Gibran mengaku mendapatkan banyak aduan masyarakat.
Uji Coba Makan Siang Gratis di Kota Solo, Siswa Dapat Nasi Box hingga Susu
Mulai dari persoalan drainase, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga permintaan program bedah rumah. Selain itu, banyak warga juga mengadukan soal Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Gibran memastikan semua keluhan dan aduan masyarakat Kota Tangerang akan ditindaklanjuti. "Udah, kita tindak lanjuti. Aman, aman ya," ujarnya.
Suami di NTT Bacok Istri hingga Tewas, Kesal gegara Lapar Belum Ada Makan Siang
Gibran juga memastikan uji coba makan bergizi gratis akan terus dilakukan di sejumlah wilayah Indonesia, salah satunya Kota Surabaya yang rencananya akan dilakukan pada hari Rabu (31/7/2024) besok.
"Kan kemarin kita ngecek makan siang gratis di Sentul, besok kita ngecek makan siang gratis di Surabaya. Pokoknya tiap hari kita ujicobakan program makan siang bergizi di berbagai tempat, dengan berbagai skema," kata Gibran.
Putra sulung Presiden Jokowi itu memastikan Kota Tangerang juga akan menjadi salah satu wilayah uji coba makan bergizi gratis. Saat ini masih dalam tahap perencanaan.
"Tangerang mungkin. Kalau nggak salah. Tadi saya lagi hitung budget, mungkin ready di minggu depan. Minggu depan mungkin saya akan ke sini lagi, ditunggu saja," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Gibran kembali menepis isu bahwa anggaran untuk makan bergizi gratis per satuannya sebesar 7.500 rupiah. Menurutnya, jumlah tersebut sudah tidak mungkin karena tidak sesuai dengan apa yang direncanakan.
"Intinya sekali lagi, tidak mungkin 7.500. 7.500 dapat apa? Yang sudah kita uji cobakan di sekitar 15.000 sudah termasuk susu, ayam, nasi, sayur, buah," katanya.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq