Gibran Janjikan Dana Abadi Pesantren, PKB: Ini Perjuangan Kami Jangan Diklaim Begitu Saja
JAKARTA, iNews.id - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di DPR RI mengkritisi dana abadi pesantren yang diklaim menjadi salah satu program unggulan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024 mendatang. Pasangan tersebut mengklaim begitu saja tanpa melihat sejarah lahirnya kebijakan.
"Ini merupakan rangkaian perjuangan yang panjang dan tidak bisa dilepaskan dari perjuangan F-PKB DPR RI," kata Ketua Fraksi PKB di DPR, Cucun Syamsurizal dalam membuka kegiatan 'Sehari Santri Menjadi Parlemen' yang digelar di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (26/10/2023).
Cucun menjelaskan, anggota fraksi PKB di DPR RI sepanjang pembahasan UU APBN tahun angaran 2022 dan 2023. Secara konsisten setiap rapat di Badan Anggaran DPR RI, PKB membawa aspirasi kaum santri untuk mendapat pendanaan dari APBN.
"Hasilnya pemerintah kemudian memasukkan Dana Abadi Pesantren sebagai bagian dari Dana Abadi Pendidikan yang sudah terlebih dahulu dibiayai dalam APBN," ujar Wakil Ketua Banggar DPR itu.
Cak Imin Nyatakan Siap Berkompetisi dengan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024
Dia mengatakan, Dana Abadi Pendidikan yang di dalamnya termasuk Dana Abadi Pesantren merupakan dana yang diakumulasikan dalam bentuk dana abadi yang berasal dari alokasi anggaran pendidikan tahun-tahun sebelumnya sebagai dana abadi pendidikan.
Hasil pengelolaan Dana Abadi Pendidikan dimaksud digunakan untuk menjamin keberlangsungan program pendidikan bagi generasi berikutnya termasuk pendidikan pesantren dan pendidikan keagamaan sebagai bentuk pertanggungjawaban antargenerasi.
Gibran Jadi Cawapres Prabowo, Pramono Anung: Hubungan Megawati-Jokowi Baik-Baik Saja
Cucun berharap masyarakat semakin cerdas menilai program-program yang ditawarkan oleh para Capres-Cawapres yang tidak hanya asal sebut saja, padahal program tersebut sudah menjadi kebijakan pemerintah yang sedang berjalan.
"Perjuangan F-PKB DPR RI dalam memperjuangkan Dana Abadi Pesantren merupakan komitmen dan dedikasi kami terhadap dunia pesantren dan para santri sampai kapanpun," pungkasnya.
Editor: Faieq Hidayat