Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Advertisement . Scroll to see content

Gempa Besar Guncang AS, Venezuela, dan Jepang, Ini Penjelasan Ahli

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:46:00 WIB
Gempa Besar Guncang AS, Venezuela, dan Jepang, Ini Penjelasan Ahli
Ilustrasi gempa yang terjadi di AS, Venezuela dan Jepang. (Foto: Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Tiga gempa kuat mengguncang California Utara, Venezuela, dan Jepang dalam rentang kurang dari 12 jam. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (24/6/2026) sore hingga Kamis (25/6/2026) pagi Waktu Indonesia Barat (WIB).

Menurut Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono gempa terjadi karena pergeseran sesar lokal hingga aktivitas lempeng.

"Peristiwa beruntun ini dipicu oleh gempa dengan mekanisme sumber yang bervariasi, mulai dari pergeseran sesar lokal (California Utara dan Venezuela) hingga aktivitas subduksi lempeng (Jepang)," kata Daryono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/6/2026).

Rentetan aktivitas seismik global ini dimulai dari wilayah Amerika Serikat melalui Gempa California Utara berkekuatan Magnitudo 5.6 pada Rabu (24/6/2026) malam pukul 22:10 WIB. Pusat gempa berada di darat pada jarak 11 kilometer arah utara Redwood Valley dengan kedalaman sangat dangkal, yaitu 8.9 kilometer. 

"Guncangan ini diperkirakan merusak karena mencapai skala intensitas VI-VII MMI, yang melontarkan getaran kuat hingga mampu membuat warga terkejut, berlarian keluar rumah, serta memicu kerusakan ringan pada struktur bangunan yang tidak ramah gempa," ungkap Daryono.

Memasuki Kamis (25/6/2026) pagi, giliran wilayah Amerika Selatan yang dihantam guncangan jauh lebih destruktif. Gempa dahsyat bermagnitudo 7.5 mengguncang Venezuela pada pukul 05:05 WIB. 

"Dampak guncangan yang mencapai skala intensitas VI-IX MMI memicu kepanikan luar biasa di berbagai kota, termasuk ibu kota Caracas," kata Daryono.

Hanya berselang 25 menit dari petaka di Venezuela, tepatnya pukul 05:30 WIB, giliran wilayah Jepang Utara yang diguncang gempa kuat Magnitudo 6.9. Berbeda dengan dua gempa sebelumnya, titik episenter gempa Jepang ini terletak di laut, sekitar 35 kilometer sebelah timur-timur laut Kuji dengan kedalaman menengah 51.7 kilometer. 

"Dipicu oleh mekanisme sesar naik akibat aktivitas subduksi, gempa ini menimbulkan guncangan hingga skala intensitas VI MMI yang membuat warga sulit berdiri tegak dan merontokkan benda-benda rumah tangga, meski untungnya karakteristik kedalamannya tidak sampai memicu tsunami," tutur Daryono.

Meski begitu, Daryono mengatakan ketiga gempa memiliki sumber gempa sendiri-sendiri. California Utara dan Venezuela dipicu aktivitas sesar, sedangkan Jepang dipicu zona megathrust akibat subduksi lempeng. 

 "Sumber-sumber gempa tersebut memiliki kemampuan megakumulasi tegangan sendiri-sendiri jadi tidak saling berkaitan. Kalau waktu gempa berdekatan itu hanya kebetulan saja," ucap dia.

Daryono mengatakan rangkaian bencana di berbagai belahan dunia ini menjadi alarm bagi masyarakat Indonesia yang juga hidup di wilayah Cincin Api Pasifik. Rentetan peristiwa ini mengingatkan kembali bahwa gempa bumi tidak pernah membunuh, melainkan runtuhnya struktur bangunan yang menjadi ancaman utama. 

"Oleh karena itu, penguatan standar bangunan tahan gempa pada fasilitas umum dan pemukiman mutlak dilakukan," kata Daryono.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut