Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menkes Pastikan Super Flu Tak Mematikan seperti Covid-19: Gak Usah Khawatir
Advertisement . Scroll to see content

Gelombang Kedua Covid-19 Landa Indonesia, 3 Provinsi Ini Sumbang Kasus Terbanyak

Rabu, 30 Juni 2021 - 08:56:00 WIB
Gelombang Kedua Covid-19 Landa Indonesia, 3 Provinsi Ini Sumbang Kasus Terbanyak
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Adisasmito menyebut ada tiga provinsi yang paling berkontribusi dalam gelombang kedua penularan covid-19 di Indonesia. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Satgas Penanganan Covid-19 menyebut Indonesia saat ini sedang menghadapi gelombang kedua penularan covid-19. Ada tiga provinsi yang disebut terdampak paling parah dan menyumbang kasus covid-19 terbanyak.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Adisasmito. Tiga provinsi yang dimaksud yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

“Jika dilihat lebih dalam pada tingkat provinsi, maka tiga provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Disusul Jawa Timur, sama-sama berkontribusi besar pada kenaikan kasus baik pada puncak pertama maupun puncak kedua,” kata Wiku di Jakarta, Rabu (30/6/2021).

Sementara itu dia juga menyebut kenaikan kasus covid-19 di Yogyakarta juga signifikan.

“Adapun Sulawesi Selatan yang turut berkontribusi pada puncak pertama, tidak kembali berkontribusi di puncak kedua, dan posisinya digantikan oleh Daerah Istimewa Yogyakarta,” ucapnya.

Wiku mengatakan penting untuk diperhatikan tiga provinsi di Pulau Jawa ini konsisten menjadi penyumbang tertinggi pada kedua puncak kasus yang terjadi sepanjang pandemi.

“Masyarakat, terutama di ketiga provinsi ini harus berkontribusi dalam menekan lonjakan kasus covid-19. Upaya penanganan adalah upaya kolektif. Untuk itu, inisiatif masyarakat dalam menekan dan mengendalikan kasus menjadi sangat penting,” ujar Wiku.

Wiku juga meminta agar masyarakat juga harus terus meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan. 

“Jangan lengah dan abai, serta merasa aman karena sudah divaksin. Ini karena kekebalan komunitas baru dapat tercapai apabila vaksinasi telah mencakup 70 persen populasi,” katanya.

Selanjutnya, masyarakat juga dapat ikut menyebarluaskan edukasi terkait covid-19 kepada orang sekitar. Hal ini penting karena terdapat berbagai isu yang masih perlu diedukasi dengan baik kepada masyarakat seperti penggunaan masker yang benar, pentingnya menjaga jarak, dan masih banyak masyarakat yang takut untuk divaksin.

“Akseslah informasi Covid-19 yang valid dan terpercaya dari kanal resmi Satgas Covid-19, kementerian/lembaga terkait serta kanal edukasi lainnya, dan pastikan informasi yang disampaikan terkonfirmasi kebenarannya dan bukan hoaks,” tutur Wiku.

Dalam situasi yang sulit ini, Wiku mengatakan gotong-royong dan bahu membahu untuk memperbaiki keadaan menjadi sangat penting.

“Jangan saling menyalahkan, karena penanganan Covid-19 yang efektif akan tercapai apabila seluruh elemen masyarakat dan pemerintah kompak dan saling membantu merumuskan strategi penanganan yang terbaik,” katanya. 

Editor: Rizal Bomantama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut