Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ganjar Bocorkan Agenda Rakernas PDIP di Ancol, Apa Saja?
Advertisement . Scroll to see content

Ganjar Bakal Bangun SMK Gratis di Tiap Kabupaten dan Kota: Anggarannya Rp50 Triliun

Jumat, 29 Desember 2023 - 19:11:00 WIB
Ganjar Bakal Bangun SMK Gratis di Tiap Kabupaten dan Kota: Anggarannya Rp50 Triliun
Capres Nomor Urut 3 Ganjar Pranowo me-launching program SMK Gratis Langsung Kerja untuk Keluarga Miskin yang akan dibangun di tiap kabupaten dan kota. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

WONOGIRI, iNews.id - Calon Presiden (Capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo me-launching program unggulan SMK Gratis Langsung Kerja untuk Keluarga Miskin' di Lapangan Pule, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (29/12/2023). Program itu dinilai efektif mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Dia mengatakan, pihaknya telah menghitung rencana alokasi anggarannya. Diperkirakan, program itu akan menelan anggaran sekitar Rp50 triliun.

“Kita pernah menghitung anggarannya Rp50 triliunan saja. Jadi tidak terlalu mahal, jadi itu jauh lebih bisa (mengentaskan kemiskinan) sistematis,” ujar Ganjar.

Adapun program tersebut digagas melihat keberhasilan program sekolah gratis SMKN Jateng. Program itu dibuat Ganjar semasa menjabat gubernur Jateng di periode pertama kepemimpinannya.

Tercatat, SMKN Jateng telah meluluskan sebanyak 1.837 siswa. Sekitar 80 persen di antaranya langsung terserap di dunia kerja dan perguruan tinggi di tingkat nasional maupun luar negeri.
 
Ganjar pun menyampaikan keseriusannya untuk menasionalkan SMKN Jateng jika terpilih menjadi presiden 2024-2029.

"Setelah kita melihat praktik yang sudah berjalan untuk SMKN Jateng untuk keluarga miskin dan mereka langsung bisa kerja, maka Ganjar-Mahfud berkeinginan ini untuk dijadikan program kita kembangkan secara nasional," ujar Ganjar.

Ganjar mengatakan minimal di setiap kabupaten dan kota bakal didirikan satu SMK gratis. Sekolah tersebut bakal mengutamakan anak-anak yang berasal dari keluarga miskin.

Dia mengatakan, pemerintah sebagai pemangku kepentingan akan menjembatani pihak sekolah dengan perusahaan untuk meneken kerja sama. Program itu diharapkan akan membuka kesempatan bagi anak dari keluarga miskin untuk sekolah dan mendapatkan hak kesetaraan pendidikan.

Sejalan dengan itu, program Ganjar-Mahfud itu juga diproyeksikan bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, sehingga bangsa Indonesia bisa lebih siap dan matang menuju Indonesia Emas 2045.

"Ini menjadi prioritas pertama karena kebutuhan anak-anak kita hari ini kalau kita tanya juga pekerjaan, kalau kita bisa desain dari awal pendidikannya, bisa langsung ketemu industrinya, di-bridging pemerintah, maka ini bukan cerita mustahil karena sudah kami praktikkan," tutur Ganjar.

"Maka ini akan jadi program yang secara sistematis bisa menuntaskan kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas SDM kita," ujarnya.

Sebagai langkah awal, Ganjar akan menggunakan skala prioritas dengan mengutamakan pembangunan SMK Gratis di daerah terpencil atau remote area yang infrastruktur pendidikannya masih sedikit.

Dari sana, Ganjar mendorong pengentasan kemiskinan secara struktural yang dimulai dari tingkat keluarga, sehingga secara nasional angka kemiskinan bakal ikut menurun.

"Kalau nanti kita akan bergerak dengan skala prioritas, mungkin lulusan SMP, tsanawiyah banyak, kita bisa berikan tempat itu jauh lebih banyak, apalagi di remote area. Ketika kami berjalan ke tempat-tempat yang jauh lebih terpencil dan infrastrukturnya kurang, rasanya itu penting untuk kita jadikan prioritas," ucap Ganjar.

Pada launching tersebut, Ganjar juga membantu satu anak dari keluarga miskin bernama Obit. Dia tinggal bersama neneknya, Sagiyem dan adiknya. Sagiyem sehari-hari hanya bertani. Dia sangat ingin Obit bisa melanjutkan pendidikan hingga tuntas, namun terkendala mahalnya biaya pendidikan.

Sagiyem dan Obit pun sangat senang dengan adanya program SMK Gratis dari Ganjar-Mahfud yang bisa mewujudkan mimpi anak-anak dari keluarga miskin lainnya.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut