Fakta Sesar Cimandiri Pemicu Gempa di Jawa Barat yang Terbentuk Sejak Jutaan Tahun Lalu
JAKARTA, iNews.id - Nama sesar Cimandiri tengah menjadi perbincangan hangat karena disebut sebagai penyebab gempa Cianjur pada 21 November 2022 kemarin. Gempa tersebut bahkan menghancurkan ribuan rumah dan menewaskan lebih dari 300 orang.
Diketahui, sesar Cimandiri telah terbentuk sejak jutaan tahun lalu. Adapun, sesar ini berlokasi di sebelah Barat daya Muara Cimandiri, Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi hingga Padalarang, Kabupaten Bandung.
Sesar Cimandiri merupakan salah satu sesar atau patahan yang terbentuk di Jawa Barat. Sesar ini tergolong aktif dan berada di Selatan Sukabumi. Melansir artikel bertajuk ‘Analisis Pengaruh Regangan Tektonik Pada Sesar Cimandiri Terhadap Aktivitas Vulkanik Gunungapi Gede Berdasarkan Data GPS Tahun 2016-2019’, yang dimuat dalam Seminar Nasional dan Diseminasi Tugas Akhir 2021, sesar Cimandiri terbentuk sebagai imbas adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang berada di bawah lempeng Sunda.
Secara umum, sesar ini terbagi atas 3 segmen, yakni segmen I Cimandiri, segmen II Cibeber-Nyalindung, dan segmen III Rajamandala. Sementara itu, sesar Cimandiri dikatakan aktif lantaran terjadinya gempa bumi dangkal di wilayah sekitar sesar. Ada pula pergerakan horizontal yang diperoleh usai pengamatan GPS (Global Positioning System).
Beredar Kabar soal Aktivitas Sesar Cimandiri dan Erupsi Gunung Gede, BMKG: Itu Hoaks!
Bukan seratus atau dua ratus tahun, sesar Cimandiri ternyata sudah terbentuk sejak jutaan tahun lalu. Hal ini membuat banyak pihak menyebut bahwa sesar Cimandiri merupakan sesar tua yang ada di Tanah Air.
Gempa Cianjur Diduga akibat Sesar Cimandiri Bergerak, Ini Penjelasan Ahli ITB
Dalam Bulletin of Scientific Contribution (2017) dengan judul ‘Tektonik Sesar Cimandiri, Provinsi Jawa Barat’, sesar Cimandiri sudah terbentuk sejak masa akhir Eosen tengah. Diketahui, zaman Eosen ditandai dengan mulai munculnya mamalia modern.
Batuan sedimen formasi Ciletuh terbentuk dalam cekungan dengan busur dan sudah terangkat ke permukaan. Sesar ini kemudian terus menunjukkan keaktifannya hingga berimbas pada terbentuknya paleolight atau tinggian purba, yang berada di Lembah Cimandiri dan Lembah Ciletuh.
Jalur sesar Cimandiri melewati beberapa perbukitan, seperti Japang Warungkiara, Walat, dan Rajamandala. Peneliti juga menyimpulkan bahwa keberadaan sesar ini adalah sebagai hasil reaktivasi paleo subduksi kapur.
Pada gempa yang melanda Cianjur pada 21 November 2022 lalu, sesar Cimandiri disebut sebagai pemicu utamanya. Efek gempa berkekuatan Magnitudo 5,6 itu sangat besar hingga menewaskan lebih dari 300 orang.
Menurut data BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), jumlah korban luka dan dirawat di rumah sakit wilayah Cianjur sebanyak 68 orang. Sementara itu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan bahwa pergerakan sesar Cimandiri menjadi penyebab gempa Cianjur.
Rupanya, sesar Cimandiri juga pernah menyebabkan beberapa gempa besar dan destruktif pada tahun-tahun terdahulu. SW Visser, dalam bukunya bertajuk Inland and Submarine Epicentre of Sumatra and Java Earthquakes (1922), mengungkapkan bahwa gempa pada 23 Maret 1879 di Cianjur juga diakibatkan oleh sesar Cimandiri.
Kala itu, sebagian besar bangunan di Cianjur dan Sukabumi hancur. Pada tahun 1900, gempa akibat pergeseran sesar Cimandiri juga terjadi Sukabumi, dan bahkan terasa hampir di seluruh wilayah Jawa Barat. Meskipun demikian, penelitian menyebut bahwa sesar Cimandiri tidak akan menyebabkan gempa di atas M 6.
Jadi, bagaimana menurutmu soal fakta sesar Cimandiri di atas?
Editor: Puti Aini Yasmin