Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Fadli Zon Incar Country of Honor Cannes 2028, Gaspol Diplomasi Film Indonesia!
Advertisement . Scroll to see content

Fadli Zon Sebut AI Peluang Besar Industri Film, tapi Harus Diatur Ketat

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:13:00 WIB
Fadli Zon Sebut AI Peluang Besar Industri Film, tapi Harus Diatur Ketat
Menteri Kebudayaan Fadli Zon bicara soal AI di Cannes 2026. (Foto: Kemenbud)
Advertisement . Scroll to see content

CANNES, iNews.id – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyoroti peran kecerdasan buatan (AI) dalam industri kreatif. Ia menegaskan, AI harus dipandang sebagai peluang besar. 

Meski begitu, Fadli Zon menyatakan bahwa penggunaan AI dalam produksi film tetap perlu diatur agar tidak melemahkan ekosistem kreatif, khususnya di sektor perfilman.

Pernyataan itu disampaikan Fadli Zon saat berbicara di ajang Cannes Film Festival 2026. Menurutnya, AI kini telah menjadi bagian dari transformasi besar industri audiovisual global. 

Teknologi AI dinilai mampu meningkatkan efisiensi dalam berbagai aspek produksi, mulai dari penyuntingan, penerjemahan atau subtitling, pengembangan visual, hingga logistik produksi.

Namun demikian, ia menekankan bahwa pemanfaatan AI tidak boleh menggantikan peran manusia sebagai pusat dari proses kreatif.

"AI adalah peluang sekaligus tantangan, dan tanggung jawab kita adalah memastikan teknologi memperkuat, bukan melemahkan ekosistem kreatif," kata Fadli Zon, dikutip dari Variety, Minggu (17/5/2026).

Lebih lanjut, pemerintah Indonesia, kata Fadli Zon, saat ini tengah mengembangkan kerangka kebijakan untuk memastikan penggunaan teknologi di industri kreatif tetap berada dalam koridor yang sehat. Fokus utama kebijakan tersebut adalah perlindungan pekerja kreatif serta hak kekayaan intelektual di tengah percepatan inovasi teknologi.

Ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap manusia di balik karya seni, yang menjadi fondasi utama industri film.

Selain AI, Fadli Zon juga menyoroti pesatnya pertumbuhan microdrama, short-form storytelling, dan ekonomi kreator yang berkembang di Indonesia sebagai salah satu pasar digital paling dinamis di Asia.

Menurutnya, format tersebut bukan hanya tren konsumsi konten, tetapi juga pintu masuk bagi talenta baru untuk masuk ke industri film dan televisi secara lebih luas.

Ke depan, Fadli Zon menargetkan dalam lima tahun mendatang film dan serial Indonesia dapat tampil lebih konsisten di festival internasional, memiliki distribusi global yang lebih luas, serta menjadikan Indonesia sebagai hub produksi yang menarik bagi kerja sama internasional.

Ia menekankan bahwa pertumbuhan industri film Indonesia harus bersifat inklusif, tidak hanya berpusat pada produksi komersial besar di kota-kota utama, tetapi juga membuka ruang bagi kreator daerah dan sineas independen.

"Jika kita bisa membangun ekosistem itu secara konsisten, Indonesia tidak hanya akan berpartisipasi dalam industri layar global, tetapi menjadi kontributor penting dan berpengaruh di dalamnya," tegas Fadli Zon.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut