Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Prilly Latuconsina Hadiri Cannes 2026 Bersama Omara Esteghlal, Ini Fotonya!
Advertisement . Scroll to see content

Fadli Zon Incar Country of Honor Cannes 2028, Gaspol Diplomasi Film Indonesia!

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:00:00 WIB
Fadli Zon Incar Country of Honor Cannes 2028, Gaspol Diplomasi Film Indonesia!
Menteri Kebudayaan Fadli Zon berharap Indonesia menjadi Country of Honor Cannes 2028. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

PARIS, iNews.id – Pemerintah Indonesia menargetkan langkah besar di panggung perfilman dunia dengan membidik status Country of Honor pada Cannes Film Festival tahun 2028. Apa langkah strategis yang dipersiapkan pemerintah?

Ambisi ini menjadi bagian dari strategi diplomasi budaya yang dipimpin Menteri Kebudayaan Fadli Zon untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri layar lebar global.

Ya, Fadli Zon menegaskan bahwa target tersebut bukan hanya soal kehormatan simbolik, melainkan upaya sistematis untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan penting dalam ekosistem film dunia.

"Ini bukan hanya tentang prestise, tetapi membangun platform internasional yang lebih luas bagi sinema, budaya, dan talenta kreatif Indonesia," kata Fadli Zon dalam forum di Cannes, dikutip dari Variety, Minggu (17/5/2026).

Lantas, apa yang sedang dipersiapkan pemerintah untuk merealisasikan impian besar itu? Simak berita selengkapnya di artikel ini.

Kata Fadli Zon, pemerintah saat ini fokus memperkuat fondasi industri film nasional, mulai dari distribusi internasional, akses festival untuk sineas daerah, hingga pengembangan skema insentif produksi yang lebih kompetitif.

Dia mengakui bahwa Indonesia masih tertinggal dalam hal 'tax incentive' dan 'production rebate' dibanding negara pesaing seperti Korea Selatan dan Thailand yang telah agresif menarik produksi global. 

Karena itu, pemerintah tengah mengkaji berbagai model internasional untuk diterapkan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan industri lokal.

Selain itu, skema 'matching fund' dan pembiayaan kolaboratif terus diperluas untuk mendorong kerja sama antara sineas Indonesia dan mitra global.

Dana Kreatif dan Kolaborasi Internasional Diperkuat

Dalam strategi jangka panjang, pemerintah mengoptimalkan Dana IndonesiaRaya sebagai instrumen pendukung pengembangan talenta, produksi film, hingga partisipasi di festival internasional.

Kehadiran Indonesia di Cannes 2026 sendiri diperkuat melalui program 'Next Step Studio Indonesia', inisiatif inkubasi talenta dan co-production yang melibatkan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kedutaan Besar Prancis, serta Institut Français Indonesia.

Program ini merupakan bagian dari kerja sama budaya Indonesia–Prancis yang juga didukung oleh kolaborasi dengan institusi perfilman seperti La Fémis dan CNC (Centre national du cinéma et de l'image animée).

Diplomasi Budaya Diperkuat Lewat Cannes

Upaya memperkuat diplomasi film Indonesia juga didorong oleh hubungan bilateral yang semakin erat, termasuk setelah pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menegaskan komitmen untuk memperluas kerja sama budaya.

Di ajang Cannes, partisipasi Indonesia tidak hanya terbatas pada satu program, tetapi juga melibatkan berbagai platform industri seperti Cannes Docs, Producer’s Network, hingga SFC Rendezvous Industry. Sejumlah sineas Indonesia juga aktif dalam forum seperti Annecy Animation Film Festival dan Critics’ Week.

Fokus Inklusivitas dan Talenta Daerah

Di tingkat nasional, Kementerian Kebudayaan mendorong program National Talent Management (MTN) Film untuk membuka akses bagi sineas dari berbagai daerah. Langkah ini bertujuan agar industri film Indonesia tidak terpusat di Jakarta, melainkan tumbuh dari keberagaman wilayah.

Fadli Zon menekankan bahwa kekayaan budaya Indonesia, yang mencakup ribuan pulau, ratusan bahasa daerah, dan ratusan kelompok etnis, menjadi modal utama untuk memperkuat daya saing sinema nasional di mata dunia.

Pemerintah juga melihat platform streaming sebagai mitra, bukan ancaman bagi bioskop. Keduanya dinilai dapat berjalan berdampingan dalam memperluas akses penonton terhadap karya film Indonesia.

Sementara itu, perkembangan kecerdasan buatan (AI) dipandang sebagai peluang sekaligus tantangan. Pemerintah menegaskan AI harus dimanfaatkan untuk memperkuat proses produksi, tanpa menggeser peran kreator manusia, serta tetap melindungi hak kekayaan intelektual.

Ke depan, Indonesia menargetkan kehadiran yang lebih konsisten di festival film internasional, peningkatan distribusi global, serta penguatan posisi sebagai hub produksi film di kawasan Asia.

Jika strategi ini berhasil, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi peserta dalam industri film global, tetapi juga tampil sebagai salah satu pemain utama yang berpengaruh.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut