Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Fadli Zon Klaim Tak Intervensi Buku Tulis Ulang Sejarah: Sampai Proses Terakhir Saya Belum Lihat
Advertisement . Scroll to see content

Fadli Zon Dikukuhkan Jadi Profesor Kehormatan, Gaungkan Indonesia Pusat Peradaban Dunia

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:17:00 WIB
Fadli Zon Dikukuhkan Jadi Profesor Kehormatan, Gaungkan Indonesia Pusat Peradaban Dunia
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendapatkan gelar profesor kehormatan dari Universitas Nasional (Unas) (dok. Kemenbud)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mendapatkan gelar profesor kehormatan dari Universitas Nasional (Unas). Fadli mendapatkan gelar tersebut dalam Sidang Terbuka Senat Universitas Nasional di Auditorium Unas, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2026).

Fadli menyampaikan orasi ilmiah terkait 'Politik Kebudayaan Mega-Diversity: Indonesia Sebagai Pusat Peradaban Dunia'.

Sidang terbuka ini turut dihadiri Ketua MPR Ahmad Muzani, Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan hingga Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendapatkan gelar profesor kehormatan dari Universitas Nasional (Unas) (dok. Kemenbud)
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendapatkan gelar profesor kehormatan dari Universitas Nasional (Unas) (dok. Kemenbud)

Dalam orasi ilmiahnya, Fadli menegaskan kebudayaan harus ditempatkan sebagai fondasi utama dalam pembangunan bangsa dan arah kebijakan negara.

“Benang merah pemikiran ini menegaskan bahwa kebudayaan merupakan infrastruktur makna yang menopang politik, menentukan nilai, identitas, dan legitimasi kekuasaan,” ujar Fadli di hadapan civitas akademika Unas.

Dia menjelaskan, konsep mega-diversity Indonesia bukan sekadar realitas demografis, melainkan kekuatan epistemologis yang membentuk imajinasi kebangsaan. Sejak awal berdiri, Indonesia dibangun di atas kemajemukan etnis, bahasa, budaya, agama, serta sejarah panjang peradaban.

Menurutnya, prinsip Bhinneka Tunggal Ika menjadi fondasi utama dalam merawat keberagaman tersebut. “Persatuan Indonesia bukan hasil penyeragaman identitas, melainkan kesadaran kolektif untuk hidup bersama dalam satu komunitas kebangsaan yang inklusif,” katanya.

Dalam konteks global, Fadli menilai kebudayaan kini menjadi instrumen strategis dalam membangun pengaruh dan posisi tawar sebuah negara. Dia mencontohkan fenomena Korean Wave dan dominasi narasi Hollywood sebagai bukti bahwa kekuatan budaya mampu membentuk citra bangsa sekaligus memperkuat diplomasi dan ekonomi.

“Fenomena Korean Wave hingga dominasi narasi Hollywood menunjukkan bahwa kekuatan budaya dapat bekerja secara berkelanjutan, bahkan ketika tatanan internasional formal mengalami erosi,” ujarnya.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon (dok. Kemenbud)
Menteri Kebudayaan Fadli Zon (dok. Kemenbud)

Fadli meyakini Indonesia memiliki potensi serupa dengan kekayaan dan keragaman budaya yang dimiliki. Tantangannya, kata dia, adalah merumuskan strategi kebudayaan nasional yang terarah dan terintegrasi agar Indonesia mampu tampil sebagai pusat peradaban dunia.

Dia menegaskan Kementerian Kebudayaan memiliki peran strategis sebagai orkestrator dalam pemajuan kebudayaan nasional. Namun, agenda tersebut memerlukan keterlibatan kolektif seluruh elemen bangsa, mulai dari dunia pendidikan, komunitas, pelaku budaya, hingga pemanfaatan teknologi digital.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut