Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : RI bakal Bentuk BLU untuk Impor 150 Juta Barel Minyak dari Rusia
Advertisement . Scroll to see content

ESDM: Impor 150 Juta Barel Minyak dari Rusia Bukan Cuma untuk BBM, Industri Kebagian

Jumat, 24 April 2026 - 16:45:00 WIB
ESDM: Impor 150 Juta Barel Minyak dari Rusia Bukan Cuma untuk BBM, Industri Kebagian
Ilustrasi tambang minyak. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan impor minyak mentah sebanyak 150 juta barel dari Rusia tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM). Impor itu juga untuk pemenuhan industri. 

Yuliot mengatakan impor minyak dari Rusia tidak diserap seluruhnya oleh PT Pertamina (Persero). Sebab, para pelaku industri bisa langsung membeli minyak tersebut untuk kebutuhan aktivitas pertambangan, hingga pabrik petrokimia, sebagai bahan baku utama untuk memproduksi plastik, karet sintetis, serat pakaian, pupuk, dan deterjen.

"Ini kan juga ada industri juga ya, kemudian ada kegiatan tambang juga, jadi kita bisa distribusikan untuk bahan baku petrokimia, kan juga diperlukan," ujar Yuliot di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Dia mengatakan pemerintah juga berencana membuat Badan Layanan Umum (BLU) yang akan melakukan transaksi langsung dengan Rusia terkait pembelian minyak mentah sebanyak 150 juta barel. 

Dia menilai pembelian minyak mentah sebesar itu memiliki konsekensi jika dilakukan oleh Pertamina sebagai badan usaha. Pembentukan BLU dinilai akan lebih cepat melakukan transaksi karena punya kemudahan dari sisi pendanaan. 

"BUMN kan juga sudah ada kontrak-kontrak dengan pihak lain ya. Kemudian untuk pemenuhan di dalam negeri bagaimana proses pengadaannya, bagaimana pembiayaan itu kan konsekuensinya proses pengadaan. Kalau di BUMN kan harus melalui tender terlebih dulu ya kalau ini kan skemanya adalah G2G. Jadi untuk ini konsekuensi itu yang saya maksudkan," tutur dia.

Yuliot menjelaskan pemerintah tengah menyusun regulasi terkait pembentukan BLU impor minyak. Melalui BLU ini, nantinya badan usaha bisa langsung melakukan pembelian minyak mentah untuk kebutuhan industrinya masing-masing. 

"Opsi ini kita sedang siapkan payung regulasinya. Karena kalau BUMN itu ada konsekuensi. Kemudian kalau BLU, itu apakah ada kemudahan termasuk pembiayaan juga. Kita sedang bahas antar Kementerian Lembaga," tutur dia.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut