Dramatis! Bocah 2 Tahun Terkunci dalam Mobil di Banjarnegara Diselamatkan Polisi
BANJARNEGARA, iNews.id – Momen dramatis terjadi di Pasar Wanadadi, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, saat seorang bocah perempuan berusia 2 tahun terkunci dalam mobil Rabu (30/7/2025). Proses evakuasi berlangsung menegangkan selama hampir 2 jam sebelum akhirnya anak tersebut berhasil diselamatkan polisi dan warga.
Peristiwa itu terjadi saat sang ibu sedang berbelanja ke pasar. Dia meninggalkan anaknya sendirian dalam mobil yang masih dalam kondisi menyala dengan AC tetap hidup.
Namun nahas, saat ibu kembali ke kendaraannya, pintu mobil sudah terkunci dari dalam. Anak tersebut tidak bisa membuka pintu, sementara warga sekitar mulai panik dan berkerumun.
"Anaknya di dalam mobil, main-main aja, kami coba bantu buka kurang lebih 2 jam," ujar Sarwono, juru parkir yang turut membantu proses evakuasi, Rabu (30/7/2025).
Jabar Pecahkan Rekor Muri Dunia di Peringatan Hari Anak dan Hari Kebaya Nasional 2025
Kapolsek Wanadadi Iptu Achmad Chanif Taslim mengungkapkan bahwa pihaknya langsung menerjunkan personel untuk memberikan pertolongan usai menerima laporan dari warga.
"Kami dapat info dari masyarakat ada anak terperangkap dalam mobil. Dua anggota datangi TKP, satu memberi pertolongan anak dalam mobil dan satu lagi mengatur lalu lintas," katanya.
Anak Jadi Korban Bully, Ruben Onsu Siap Lapor Polisi
Berbagai cara dilakukan petugas dan warga, mulai dari membujuk sang anak hingga mencoba membuka kaca mobil secara manual. Namun, seluruh upaya itu sempat menemui jalan buntu.
Sinergi Wujudkan Mimpi Anak-Anak Penyandang Penyakit Kritis
Setelah hampir 2 jam, akhirnya petugas berhasil membuka pintu mobil dan mengevakuasi bocah tersebut dalam keadaan selamat.
“Anaknya dalam kondisi sehat karena AC mobil menyala," katanya.
Anak-anak Ini Kompak Unjuk Kreativitas, Kulineran Sekaligus Berkreasi di Alam Terbuka
Kapolsek mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan anak dalam mobil, apalagi dengan kondisi mesin hidup. Hal tersebut dapat membahayakan keselamatan anak dan memicu kepanikan di lingkungan sekitar.
Editor: Donald Karouw