Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Sindir Penolak MBG: Tak Ada yang Lebih Genting dari Perut Lapar!
Advertisement . Scroll to see content

DPR soal Menkes Usul Penderita TBC Dapat MBG: Tak Masuk Akal, Semoga Cuma Bercanda

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:42:00 WIB
DPR soal Menkes Usul Penderita TBC Dapat MBG: Tak Masuk Akal, Semoga Cuma Bercanda
Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris. (Foto: Achmad Al Fiqri)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris menyoroti usulan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (BGS) agar penderita tuberkulosis (TBC) menjadi penerima Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, usulan itu tak masuk akal.

Charles menyatakan setuju dengan adanya intervensi gizi untuk masyarakat rentan, termasuk penderita TBC. Namun, dia menilai pemberian MBG untuk penderita TBC perlu dikaji lagi lantaran tak efektif.

"Secara teknis saya rasa ini akan sangat sulit ya, karena belum tentu di dekat tempat penderita TBC itu tinggal ada dapur SPPG gitu kan. Sehingga mungkin ada cara-cara lain yang lebih tepat untuk bisa melakukan intervensi gizi kepada penderita TBC," kata Charles saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026).

Dia menilai, perlunya pemanfaatan puskesmas yang di tiap kecamatan dan kelurahan untuk mengatasi TBC. Dengan begitu, dia meyakini penanganan TBC akan lebih efektif.

"Jangan semua-semua MBG-lah. Kita kan sudah punya puskesmas hampir di setiap kelurahan atau kecamatan, sehingga mungkin teman-teman tenaga kesehatan dan tenaga medis di kecamatan tersebut lebih bisa apa mengetahui apa yang dibutuhkan oleh pasien penderita TBC tersebut ya. Jadi nggak perlu harus program MBG yang digunakan untuk memberikan makan kepada penderita TBC," ucapnya.

Kendati demikian, Charles menyarankan Kemenkes berkoordinasi dengan dinkes di daerah. Hal itu bertujuan untuk memanfaatkan puskesmas guna membantu penderita TBC. 

Dia menilai, memberikan MBG pada penderita TBC sangat tidak realistis. 

"Belum lagi kita tahu ya, TBC adalah penyakit yang sangat menular, sehingga ompreng yang dipakai itu apakah nanti dikembalikan ke SPPG dan digunakan kembali gitu, atau nanti malah bisa menularkan kepada penerima manfaat lainnya yang bukan penderita TBC," terang Charles.

"Jadi ini wacana yang menurut saya tidak masuk akal, dan ya mudah-mudahan Pak Menkes hanya bercandalah ketika menyampaikan wacana ini," pungkasnya.

Sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengusulkan agar penderita tuberkulosis (TBC) dimasukkan sebagai kelompok prioritas penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Usulan ini diajukan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang guna mempercepat pemulihan pasien dan menekan angka kematian akibat TBC di Indonesia.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut