Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pelindo Catat 3 Pelabuhan Terpadat selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Apa Saja?
Advertisement . Scroll to see content

Dosen Unair Ingatkan Hindari 4 Kebiasaan Buruk Ini saat Idulfitri, Apa Saja?

Minggu, 23 April 2023 - 13:38:00 WIB
Dosen Unair Ingatkan Hindari 4 Kebiasaan Buruk Ini saat Idulfitri, Apa Saja?
Ilustrasi Lebaran (freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Momen Labaran menjadi saat yang ditunggu-tunggu umat Muslim setelah 1 bulan lamanya berpuasa. Namun, ada empat hal yang harus dihindari dalam pelaksanaannya.

Menurut Dosen Fakultas Ilmu Budaya UNAIR Mochtar Luthfi SS empat hal yang dimaksud adalah sebagai berikut: 

  • 1. Idulfitri sebagai Ajang Pamer

Pamer merupakan kebiasaan yang tidak banyak orang bisa sadari. Kebiasaan ini rentan terjadi bagi seseorang yang mudik ke pulang kampung dan memamerkan kesuksesannya.

“Pertama adalah pamer. Jadi tanpa sadar ketika orang-orang mudik itu ingin menunjukkan kesuksesan. Jadi pamer kesuksesan, pamer kekayaan, pamer banyak hal,” kata dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia itu.

Luthfi menjelaskan masyarakat harus segera menghindari kebiasaan yang dapat merusak amal karena ini kebiasaan riya.

“Hartanya sendiri dipamerkan aja sudah riya. Dan riya itu amalan atau aktivitas yang dapat menghapuskan amal,” ujar Luthfi.

  • 2. Meninggalkan Ibadah yang Wajib

Hal yang harus dihindari selanjutnya adalah meninggalkan ibadah yang wajib demi memeriahkan hal yang sunnah. Beberapa kasus yang sering terjadi adalah takbir keliling.

“Kalau aktivitas dalam menyambut lebaran itu tidak jarang meninggalkan sesuatu yang wajib. Jadi misalnya untuk merayakan lebaran, takbir keliling itu sampai tidak salat magrib, tidak salat isya. Yang mestinya salat wajib, malah tidak menjalankan,” ujar dia.

Begitu pula dengan meninggalkan salat Subuh karena terlalu fokus salat Idulfitri sebagai ibadah sunnah. Seseorang tidak boleh meninggalkan salat subuh sebagai ibadah wajib karena akan mendapatkan dosa jika meninggalkannya.

“Jadi sesuatu yang mestinya fokus yaitu di hal wajib, baru hal sunnah,” tutur Luthfi.

  • 3. Rayakan Idulfitri yang Mengganggu

Salah satu kebiasaan yang masih sering ada di masyarakat ketika Idulfitri adalah bermain petasan. Mereka memiliki niat untuk merayakan Idulfitri, tetapi tidak semua orang menyukai petasan yang lebih banyak keburukannya.

“Atau bahkan zaman saya kecil itu karbit. Itu suaranya sampai sak desa ra isok turu kabeh (satu desa tidak bisa tidur semua, Red.). Itukan merayakan, tetapi mengganggu. Orang-orang yang merasa terzalimi malah dungo e elek (berdoanya jelek, Red.),” kata dia.

  • 4. Mengabaikan Silaturahmi

Terakhir, kata Mochtar, hal yang harus dihindari masyarakat yang mementingkan wisata terlebih dahulu daripada silaturahmi. Padahal, momen Idulfitri adalah saling bermaaf-maafan.

“Ada momen Idulfitri tidak jarang yang utamakan silaturahmi, tetapi yang diutamakan wisata. Jadi mengunjungi tempat wisata nomor satu, silaturahmi yang sekian, bahkan diabaikan,” tutur dia.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut