Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Nadiem Hadiri Sidang Korupsi Laptop Chromebook, Disambut Riuh Tepuk Tangan
Advertisement . Scroll to see content

Dirjen Kemendikdasmen Beberkan Alasan Pengadaan Chromebook Disetop di 2019

Selasa, 06 Januari 2026 - 14:24:00 WIB
Dirjen Kemendikdasmen Beberkan Alasan Pengadaan Chromebook Disetop di 2019
Dirjen PAUDasmen Kemendikdasmen Gogot Suharwoto membeberkan dasar pengadaan laptop Chromebook sempat dihentikan di tahun 2019. (Foto: Achmad Al Fiqri)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Dirjen PAUDasmen Kemendikdasmen Gogot Suharwoto membeberkan dasar pengadaan laptop Chromebook sempat dihentikan di tahun 2019. Hal tersebut dilandasi Chromebook tak bisa digunakan di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar atau 3T karena minimnya jaringan internet.

Hal ini disampaikan Gogot saat bersaksi di PN Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2026). Kesaksian Gogot untuk terdakwa Mulyatsyah, Sri Wahyuningsih, Ibrahim Arief alias Ibam.

Awalnya, Gogot mengatakan ada dua kali pengadaan Chromebook di tahun 2019. Pengadaan pertama sebanyak empat laptop yang terdiri dari dua Chromebook dan dua Windows untuk 500 sekolah.

"Yang saya laporkan di BAP (berita acara pemeriksaan) 2019 dan kami melakukan dua kali pengadaan. Pengadaan pertama di bulan Maret itu 4 laptop, 2 Chromebook 2 Windows. Bulan Maret 2019," ucap Gogot.

Kemudian, jaksa pun menanyakan jumlah pengadaan laptop tersebut. 

"Itu untuk 500 satuan pendidikan, sekolah. Jadi setiap sekolah mendapat 2 laptop windows dua laptop Chromebook," jawab Gogot.

Gogot mengatakan, pengadaan Chromebook yang kedua dilakukan pada Oktober 2019. Namun, pengadaan itu distop setelah dilakukan evaluasi.

"Kemudian di bulan Oktober ada penambahan anggaran ABT, harus menambah sasaran, ada 1.300 sasaran. Kami melakukan evaluasi dari evaluasi itu lah kita stop Chromebook di Pengadaan Oktober 2019," tuturnya.

Gogot merincikan, ada empat alasan pengadaan Chromebook saat itu distop. Alasan pertama yakni laptop Chromebook tak bisa digunakan di daerah 3T karena ketidakstabilan koneksi internet yang mengakibatkan Chromebook tak bisa berfungsi maksimal.

"Kenapa stop Chromebook pada saat itu? Alasannya kenapa distop?" tanya jaksa.

"Kita melakukan survei, kita minta sekolah-sekolah yang penerima Chromebook sebelumnya untuk memberikan respons ya. Kita kirim dari 500 sekolah penerima, 90 yang merespons, ada 4 yang bisa kita simpulkan," ujar Gogot.

"Hanya karena daerah 3T secara demografis banyak tantangan, ada awan tebal aja itu internet sudah goyang karena pakai satelit, harus nembak ke atas, tidak ada kabel. Jadi intinya internentnya tidak stabil, padahal nyawanya chrome itu harus koneksi internet meskipun ada storage yang kita siapkan tapi sangat kecil sekali, tidak akan optimal untuk pembelajaran. Jadi yang pertama internetnya tidak stabil sehingga fungsi Chromebook tidak maksimal," tuturnya.

Kedua, guru di daerah 3T tidak bisa mengoperasikan Chromebook. Lalu, alasan ketiga yakni Chromebook tak bisa digunakan untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

"Yang kedua, SDM (sumber daya manusia) di daerah 3T tidak familiar dengan interface Chromebook. Sampai sekarang pun sama, saya pun nggak pakai Chromebook, karena tidak familiar dengan cara mengoperasikan, intinya tidak biasa menggunakan Chromebook SDM-nya, guru-guru terutama ya karena kita berikan untuk guru," ujarnya.

"Yang ketiga, waktu itu kita punya UNBK, ujian nasional. Nah, di tahun 2019 kita masih menjalankan ujian nasional di tahun 2020 kan berhenti, jaman Mas Nadiem. Pada saat itu Chromebook belum bisa digunakan untuk ujian nasional, ada aplikasi yang tidak bisa diinstal di situ," kata dia.

Keempat, sejumlah applikasi tambahan yang tidak di approved oleh google tak bisa dioperasikan dalam Chromebook. Gogot mengatakan empat alasan itu yang akhirnya mendasari penghentian pengadaan Chromebook di 2019.

"Yang terakhir adalah Chromebook terbatas untuk instalasi aplikasi-aplikasi tambahan. Contoh kita punya aplikasi Dapodik itu tidak bisa, kemudian juga beberapa aplikasi-aplikasi yang tidak approved oleh Google tidak bisa dioperasikan dalam Chromebook," kata dia.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut