Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Kumpulkan Menteri Ekonomi di Istana Siang Ini, Ada Apa?
Advertisement . Scroll to see content

Dipuji Prabowo, PDIP Tegaskan Mitra Strategis Pemerintah: Tidak Nyinyir dengan Kebijakan

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:06:00 WIB
Dipuji Prabowo, PDIP Tegaskan Mitra Strategis Pemerintah: Tidak Nyinyir dengan Kebijakan
Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Aria Bima (foto: Felldy Utama)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Aria Bima merespons pujian terbuka yang dilontarkan Presiden Prabowo Subianto terhadap partainya yang tetap memilih berada di luar pemerintahan. Pujian itu sebelumnya disampaikan presiden dalam Sidang Paripurna di DPR yang digelar pada Rabu (20/5/2026) kemarin.

Aria Bima kembali menjelaskan, posisi PDIP saat ini adalah sebagai mitra strategis yang mengawal jalannya pemerintahan secara kritis dan sesuai arahan Ketua Umumnya, Megawati Sukarnoputri.

"Dulu kan kata oposisi, kemudian yang kali ini kan Ibu Mega kan memaknai sebagai mitra strategis. Strategisnya apa? Ya, strategisnya adalah bagaimana komitmen wujud tetap kita Negara Kesatuan Republik Indonesia. Strategisnya apa? Ya mewujudkan teknokratik Pancasila yang adil, bersatu, dan demokratis gitu kan," kata Aria, dikutip Kamis (21/5/2026).

Dia menekankan, PDIP akan tetap kritis. Namun, dia menjamin kritik yang dilontarkan bukan didasari oleh rasa tidak suka yang membabi buta, melainkan untuk membela pemerintah agar tetap berada di jalur yang benar sesuai konstitusi dan kepentingan "wong cilik".

Dia juga menegaskan PDIP tidak akan bersikap asal kritik atau sekadar mencari kesalahan pemerintah tanpa dasar yang jelas.

"PDI Perjuangan tidak nyinyir dengan kebijakan pemerintah. PDI perjuangan juga tidak antipati terhadap pemerintah," katanya.

Menurutnya, sebutan mitra strategis mengandung konsekuensi bahwa PDIP akan mendukung kebijakan yang pro rakyat. Sebaliknya akan menjadi pihak yang paling lantang bersuara jika ada kebijakan yang menyimpang.

"Itulah sebutan sebagai mitra strategis. Tetapi kita akan bersuara lantang, kritis, argumentatif, memberikan alternatif, pada saat itu menyangkut kepentingan rakyat, konstitusi dan Pancasila," katanya.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut