Dasco usai Sidak BEI imbas IHSG Anjlok: Kita Yakin Bursa ke Depan Makin Kuat
JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2025). Sidak dilakukan di tengah tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir.
Dalam pantauan iNews.id, Dasco tampak hadir bersama CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, CEO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria, serta Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi.
Saat konferensi pers seusai sidak, Dasco mengatakan pihaknya berdiskusi dengan pengelola bursa dan regulator mengenai langkah memperkuat kepercayaan investor, baik investor global maupun investor ritel domestik.
“Kami tadi sudah banyak berdiskusi tadi di atas, bagaimana kita meyakinkan untuk menguatkan investor global yang masuk di bursa dan sedang di bursa,” ucap Dasco.
Ia kemudian menyinggung pertumbuhan investor ritel yang dinilai terus meningkat di tengah kondisi pasar yang bergejolak.
“Tetapi juga tadi kami juga banyak berdiskusi bagaimana kemudian investor ritel yang ada terus tumbuh dan berkembang dengan kami kemudian mendengarkan paparan dari pengelola bursa, bagaimana mereka kemudian menyempurnakan regulasi-regulasi yang bisa kemudian meyakinkan dan juga kemudian membuat para investor lokal merasa nyaman,” ungkapnya.
Menurut Dasco, penguatan fundamental pasar modal Indonesia akan membuat bursa semakin kuat ke depan.
“Sehingga tadi kita lihat bahwa pertumbuhan investor lokal atau ritel terus bertambah dan itu kemudian dengan fundamental yang ada, kita yakin dan percaya bahwa bursa kita ke depan akan semakin kuat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menjelaskan pelemahan IHSG masih sejalan dengan tren pelemahan bursa regional akibat dinamika geopolitik global dan sentimen domestik, termasuk keputusan rebalancing MSCI.
“Namun kalau kita lihat bahwa pelemahannya itu masih moderat,” kata Friderica.
Ia menyebut pada hari pertama pengumuman MSCI, IHSG melemah 1,98 persen, sedangkan pada 18 Mei 2025 setelah libur panjang turun 1,85 persen. Di sisi lain, OJK mencatat adanya peningkatan dana kelolaan reksa dana dan jumlah investor ritel.
Menurut Friderica, nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana meningkat Rp49,71 triliun atau sekitar 6,39 persen sehingga total asset under management (AUM) mencapai Rp718,44 triliun.Selain itu, jumlah investor pasar modal juga bertambah signifikan.
“Ditandai dengan peningkatan 7 juta investor ritel baru di pasar modal kita,” ujar Friderica.
Editor: Puti Aini Yasmin