Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Didorong LPDB, Tanaoba Lais Manekat Perkuat Peran Kakak Asuh Koperasi Desa
Advertisement . Scroll to see content

Dari Tribun ke Koperasi: LPDB Koperasi Ajak Suporter Sepak Bola Jadi Kekuatan Ekonomi Baru

Rabu, 29 April 2026 - 19:55:00 WIB
Dari Tribun ke Koperasi: LPDB Koperasi Ajak Suporter Sepak Bola Jadi Kekuatan Ekonomi Baru
Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman, menegaskan komunitas suporter memiliki karakter kuat untuk dikembangkan menjadi koperasi modern. (Foto: LPDB Koperasi)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi terus memperluas ekosistem koperasi ke sektor yang dekat dengan masyarakat, termasuk sepak bola. Melalui sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek), perwakilan suporter dan pengurus klub dari berbagai daerah diajak untuk membentuk koperasi suporter sebagai wadah penguatan ekonomi berbasis komunitas.

Langkah ini menjadi terobosan strategis mengingat besarnya basis massa suporter sepak bola di Indonesia yang dikenal militan dan solid. Dengan pendekatan koperasi, potensi tersebut diharapkan tak hanya berhenti di stadion, tetapi berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.

Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman, menegaskan komunitas suporter memiliki karakter kuat untuk dikembangkan menjadi koperasi modern.

"Fans sepak bola sangat besar. Banyak yang bisa dikembangkan seperti ticketing, event, merchandise, nonton bareng, bahkan kafe," ujar Deva.

Menurutnya, suporter bukan sekadar penonton, melainkan komunitas dengan loyalitas tinggi, jaringan luas, dan aktivitas ekonomi nyata. Melalui koperasi, potensi tersebut bisa diorganisasi secara profesional, transparan, dan memberi manfaat langsung bagi anggota.

Ia menambahkan, praktik serupa telah diterapkan di berbagai negara. Klub besar seperti FC Barcelona dan Real Madrid memiliki model kepemilikan berbasis anggota yang menyerupai prinsip koperasi.

Dalam sosialisasi ini, Deva juga menegaskan tarif layanan LPDB lebih terjangkau dibanding perbankan, tanpa biaya administrasi, provisi, maupun penalti pelunasan.

"Kami lebih terjangkau, bisa untuk modal kerja lima tahun dan investasi hingga sepuluh tahun. Di LPDB tidak ada biaya admin, provisi, maupun penalti pelunasan dipercepat. Namun tetap harus ada agunan," katanya.

Dari Tribun Stadion ke Koperasi

Sementara itu, Perwakilan Perkumpulan Suporter yakni Sekretaris Umum Perkumpulan Pengurus Pusat (PP) The Jak Mania Muhammad Aditya Putra mengucapkan terima kasih atas inisiatif LPDB Koperasi mengajak perkumpulan suporter untuk mengembangkan bisnis melalui koperasi.

"Karena memang potensi untuk pengembangan ekonomi di lingkup suporter cukup besar. Sudah seharusnya ini di-guide oleh pemerintah melalui LPDB Koperasi dan kami sangat menyambut," ujar Aditya.

Sementara Syifa Nadhila dari I.League Operator Liga Indonesia juga mengungkapkan, pihaknya sebagai operator kompetisi sepak bola di Indonesia mendukung penuh inisiatif yang digerakkan oleh LPDB Koperasi. Dia menilai koperasi suporter bisa memperkuat basis fans engagement di berbagai daerah.

"Di seluruh Indonesia ini kan selalu ada basis suporter yang sangat fanatik ke klub-klub. Dengan LPDB, kita bisa membuat kerja sama dalam bentuk koperasi sehingga mereka yang ada di daerah mana pun bisa lebih baik seperti itu dan bisa dimanfaatkan keanggotaannya. I-League sebagai operator tentunya terbuka dengan kerjasama yang sangat positif," kata Syifa.

Deva menegaskan program ini tidak akan berhenti di sepak bola, tetapi juga menyasar cabang olahraga lain seperti bulutangkis dan basket. Dia berharap koperasi suporter dapat meningkatkan posisi tawar komunitas serta menarik lebih banyak anak muda, termasuk fans club yang jumlahnya lebih besar dari suporter terdaftar.

"Saya berharap dengan pembuatan koperasi yang berbasis dengan suporter ini akan meningkatkan bargaining position dari para suporter sepak bola, menggaet lebih banyak anak-anak muda yang bukan hanya suporter tapi fans club. Karena fans club itu jumlahnya lebih banyak dari suporter yang terdaftar di masing-masing klub sepak bola," pungkas Deva.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut