Danantara Kaji Bentuk Perusahaan Leasing untuk Beli 50 Pesawat Boeing
JAKARTA, iNews.id - Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pelaksana BUMN Dony Oskaria mengaku sedang mengkaji pembentukan badan usaha leasing pesawat di bawah Danantara. Hal itu untuk menjalani kontrak pembelian 50 pesawat Boeing dari Amerika Serikat (AS).
Dony menjelaskan opsi tersebut dikaji untuk mendapatkan formula yang lebih efisien dan paling menguntungkan untuk negara maupun perusahaan maskapai, dari kontrak pembelian 50 pesawat Boeing dalam beberapa tahun mendatang.
"Kita sedang mengkaji juga kan kemungkinan Danantara itu membuka perusahaan leasing company sendiri dan sebagainya. Jadi dipertimbangkan mana yang paling menguntungkan untuk kita," ujar Dony saat ditemui di Kompleks DPR RI, Senin (8/6/2026).
Dony mengatakan saat ini proses pembelian 50 pesawat Boeing masih dalam tahap kajian, mulai dari jadwal kedatangan pesawat hingga skema bisnisnya. Namun, Dony menegaskan pemerintah tetap berkomitmen membeli pesawat Boeing.
"Tentu banyak pertimbangan ya, dan tentu komitmennya harus kita jalankan, tapi pertimbang-pertimbang. Waktunya juga kan masih dipelajari, kedatangan pesawatnya, business models-nya, termasuk juga nanti leasing-nya akan pakai yang mana," sambungnya.
Sekadar informasi rencana pembelian pesawat Boeing ini merupakan bagian dari kesepakatan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (Agreement on Reciprocal Trade/ART) beberapa waktu lalu.
Komitmen pengadaan pesawat ini juga telah dikonfirmasi oleh pihak Gedung Putih melalui dokumen resmi Fact Sheet: Trump Administration Finalizes Trade Deal With Indonesia.
Dalam dokumen tersebut, total nilai kesepakatan komersial antara kedua negara mencapai USD33 miliar yang mencakup sektor pertanian, energi, dan dirgantara.
Alokasi sebesar 13,5 miliar dolar AS secara khusus diperuntukkan bagi pengadaan armada pesawat komersial serta layanan barang dan jasa penerbangan terkait. Nilai transaksi ini tercatat sebagai salah satu komitmen investasi bilateral terbesar dalam sejarah hubungan ekonomi Indonesia dan AS.
Editor: Puti Aini Yasmin