Danantara Blak-blakan soal Strategi Investasi 5 Tahun ke Depan, Apa Saja?
JAKARTA, iNews.id - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara memaparkan sejumlah strategi penempatan dana selama lima tahun. Terdapat tiga pilar utama penempatan dana yang dilakukan Danantara.
Managing Director Treasury Danantara Indonesia Ali Setiawan memaparkan ketiga pilar utama itu mencakup proyek strategis nasional, proyek privat komersial, dan investasi di pasar modal.
"Kita nantinya maunya ke depannya sewaktu sudah sedikit matang ya. Kalau matang kita ngomong mungkin lima tahun ke depan itu kita mungkin sebagai sovereign wealth fund dengan dual mandate objective ya," kata Ali dalam media briefing di Jakarta, dikutip Sabtu (29/11/2025).
Ali menjelaskan, strategi yang disusun Danantara akan menyeimbangkan tujuan untuk mendukung pembangunan yang memiliki sampak sosial dan ekonomi nasional, sekaligus mencari keuntungan finansial atas imbal hasil investasi.
Diajak Danantara ke China Nego utang Whoosh, Purbaya: Asal Dibayarin Siap Kesana
"Di mana untuk project strategis ada, untuk project private yang commercially return-nya bagus ada, dan untuk yang mencari return ke pasar modal pun ada. Jadi balance gitu loh," tutur dia.
Ali menjelaskan, proyek-proyek strategis prioritas memerlukan waktu pematangan yang tidak sebentar mulai dari assessment, due dilligence, feasibility study, hingga koordinasi dengan pemda dan kementerian.
Baleg DPR Hapus RUU Danantara hingga RUU Kejaksaan dari Prolegnas Prioritas 2026
Sehingga untuk menyiasati proses panjang tersebut, Danantara akan berinvestasi ke sektor-sektor yang dinilai cukup menguntungkan dana kelolaan dalam jangka waktu yang lebih singkat.
Danantara ungkap Merger BUMN Karya Batal Tahun Ini gegara Utang
"Proyek strategis ini kita tahu makan waktu lama. Nggak mungkin kalau kita nungguin semua yang proyek strategis doang, dan dananya jadi istilahnya males gitu kan. Nungguin gitu lama," tutur dia.
Sementara dua pilar pertama membutuhkan proses, pilar ketiga yaitu investasi di pasar modal berperan sebagai penopang likuiditas. Hal ini, kata Ali, juga untuk mencegah dana menganggur selama menunggu proyek-proyek fisik matang.
Penjelasan Danantara soal BUMN Ramai-Ramai Gelar RUPSLB di Akhir Tahun
"Kita juga ingin memastikan dana ini juga enggak nganggur. Karena kita juga punya moral obligation. Dana ini jangan diendapin di bawah meja aja, di bawah bantal, gak menghasilkan," ujar dia.
Editor: Rizky Agustian