Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gubernur BI Ungkap 4 Paket Operasi Moneter untuk Jaga Nilai Tukar Rupiah
Advertisement . Scroll to see content

Chatib Basri Bongkar Biang Kerok Rupiah Tertekan, Kredibilitas Fiskal Jadi Sorotan

Selasa, 09 Juni 2026 - 15:00:00 WIB
Chatib Basri Bongkar Biang Kerok Rupiah Tertekan, Kredibilitas Fiskal Jadi Sorotan
Chatib Basri menyebut, persepsi pasar terhadap risiko keuangan negara atau kredibilitas fiskal memegang peranan terhadap nilai tukar rupiah. (Foto: tangkapan layar)
Advertisement . Scroll to see content

Menghadapi situasi ini, Chatib menggarisbawahi Bank Indonesia berada dalam posisi sulit namun telah mengambil beberapa langkah strategis. Otoritas moneter memiliki pilihan untuk melakukan intervensi langsung di pasar valuta asing atau meningkatkan daya tarik aset domestik agar modal tidak terus keluar.

Selain menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin, BI juga memperketat aturan makro dan mikroprudensial dengan menurunkan batas FX exposure dari 50.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS guna meredam spekulasi.

Seturut itu, Chatib menyoroti BI yang terus berupaya menjaga keseimbangan antara menjaga cadangan devisa dan memastikan rupiah tidak terdepresiasi terlalu dalam. Langkah intervensi pasar yang masif dipandang cukup berisiko karena dapat menguras cadangan devisa secara signifikan dalam waktu singkat jika tidak dibarengi dengan perbaikan kepercayaan pasar.

"Opsi dari Bank Indonesia adalah menaikkan interest rate untuk membuat aset kita menarik atau melakukan intervensi pasar, namun intervensi yang terlalu banyak akan membuat cadangan devisa turun terus," ucap Chatib.

Terkait dampak ke masyarakat, Chatib memperkirakan pelemahan kurs ini belum akan memicu lonjakan inflasi yang ekstrem. Berdasarkan kalkulasi BI, setiap satu rupiah depresiasi memberikan tambahan inflasi sebesar 0,13. 

Dengan asumsi depresiasi rupiah berada di level delapan persen, maka dampaknya terhadap kenaikan harga-harga di tingkat konsumen diperkirakan masih berada di bawah angka satu persen.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut