Cerita Pemudik NTB-Lampung: 2 Hari di Jalan, 14 Jam Terjebak Macet Horor Gilimanuk
CILEGON, iNews.id - Pemudik tujuan Lampung, Wahyudin, menceritakan pengalamannya berkendara dari Sumbawa, NTB hingga tiba di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten. Dia mengaku berkendara selama dua hari melintasi Pulau Bali dan Jawa.
“Dua hari sampai sini,” kata Wahyudin saat diwawancarai di Pelabuhan Merak, Selasa (17/3/2026).
Perjalanan jauh tentunya juga dibarengi dengan banyak tantangan dari mulai rasa lelah serta bosan yang melanda, apalagi jika harus menghadapi kemacetan parah. Dia bahkan sempat terjebak dalam kemacetan horor di Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Awalnya, dia sengaja mudik lebih awal untuk menghindari penutupan jalan saat Hari Raya Nyepi di Bali. Namun, ternyata dirinya harus menghadapi kemacetan horor tersebut.
Puncak Mudik Lebaran, Penumpang di Pelabuhan Merak Tujuan Sumatra Tembus 12.680 Orang
“Kita kan takut di Bali ada barengan sama Nyepi. Saya takut di Nyepi itu kan mesti ditutup (pelabuhan). Tapi ternyata tanggal 13 kita pulang itu kita 14 jam macet-macetan. Baru naik kapal dari jam empat sore sampai subuh jam lima baru naik kapal kita,” kata Wahyudin.
Dia menceritakan berbagai kendala dan kondisi sulit yang dihadapi saat terjebak di Pelabuhan Gilimanuk. Kondisi macet total yang diperkirakannya sepanjang 20 kilometer tersebut membuatnya sempat kesulitan mencari asupan makanan.
Mudik Lebaran 2026, One Way Nasional Diterapkan di Tol Trans Jawa Siang Ini
Mudik Lebaran 2026, Polri Siagakan 5 Kapal di Jalur Laut Strategis Nasional
Wahyudin akhirnya terpaksa mengandalkan pedagang asongan yang menjajakan nasi bungkus di tengah kemacetan yang lokasinya jauh dari permukiman.
“Itu kayak di tengah-tengah hutan toh makanan enggak ada. Untung ada yang penjaja nasi bungkusan daun pisang itu. Ya kita beli itu aja makanannya. Semua enggak bisa gerak,” ucap dia.
Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak Diprediksi Terjadi Malam Ini
Meski sempat tertahan lama di Bali, dia lega karena bisa melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi untuk menuju Pelabuhan Merak. Dia mengungkapkan situasi arus lal lintas dari Banyuwangi menuju Merak tergolong lancar tanpa kendala.
“Kalau dari Banyuwangi sampai sini alhamdulillah lancar, enggak kayak tahun lalu ada satu arah itu. Kalau ini tadi enggak ada kita, enggak kejebak satu arah. Dulu kalau ke Sumatra kan diblok satu arah suruh lewat arteri, kalau ini tadi enggak,” tutur dia.
Editor: Rizky Agustian