Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Di Hadapan Ulama, Prabowo Janji Keluar dari Board of Peace jika Palestina Tak Diuntungkan
Advertisement . Scroll to see content

Buya Yahya Ajak Masyarakat Doakan Prabowo: Jadi Presiden Gak Gampang, Berat

Jumat, 06 Maret 2026 - 11:27:00 WIB
Buya Yahya Ajak Masyarakat Doakan Prabowo: Jadi Presiden Gak Gampang, Berat
Ulama Yahya Zainul Ma’arif atau Buya Yahya di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis (5/3/2026) malam. (Foto: BPMI Setpres)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ulama Yahya Zainul Ma’arif atau Buya Yahya mengajak masyarakat mendoakan Presiden Prabowo Subianto agar diberikan kekuatan dalam memimpin bangsa. Ajakan tersebut disampaikan Buya Yahya kepada awak media usai kegiatan Silaturahmi Presiden dengan Para Kiai dan Tokoh Organisasi Kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis (5/3/2026) malam.

Dia mengatakan menjadi pemimpin negara bukanlah perkara mudah. Seorang presiden harus memikul tanggung jawab besar dalam mengambil berbagai keputusan yang menyangkut kepentingan rakyat dan masa depan bangsa.

“Yang terpenting doa. Karena jadi presiden tidak gampang, berat. Kita harus banyak mendoakan pemimpin kita agar mereka bisa sukses menjalankan tugasnya,” kata Buya Yahya.

Dia menilai dukungan doa dari masyarakat sangat penting agar kepemimpinan nasional dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Mendoakan agar beliau sukses, beliau berjaya, umat damai, rakyat bahagia,” ucapnya.

Selain itu, Buya Yahya juga menyampaikan apa yang disebut sebagai pesan cinta kepada Prabowo. Dia menekankan pentingnya menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebaikan, kedamaian, dan kebersamaan.

“Pesan cinta, kita ingin bagaimana Ramadan ini damai dan tenteram. Alhamdulillah semuanya sudah baik-baik. Ramadan kita jadikan momentum kebaikan, Ramadan damai, Ramadan penuh keindahan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Buya Yahya juga menyinggung kondisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang. Dia menilai situasi dalam negeri masih relatif aman dan kondusif.

Menurutnya, kondisi itu terlihat dari masyarakat yang tetap dapat menjalankan berbagai kewajiban dalam kehidupan sehari-hari, baik secara pribadi, keluarga, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

“Indonesia nyaman. Kita bisa menjalankan tugas-tugas dan kewajiban secara pribadi, keluarga, dan kemasyarakatan. Kalau ada hal-hal lain yang berkaitan dengan luar negeri, tentu ada yang lebih mengetahui dalam hal itu,” tutur dia.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut