Buruh Sumut Ancam Demo Tiap Pekan, Desak Bobby Nasution Naikkan UMP-UMK 2026
MEDAN, iNews.id - Buruh Sumatera Utara mengancam akan menggelar aksi demonstrasi setiap pekan di Kantor Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. Tuntutan utama yakni kenaikan upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2026 sebesar 8,5–10,5 persen serta realisasi program perumahan murah bagi pekerja.
Ketua Exco Partai Buruh Sumut Willy Agus Utomo menegaskan, aksi akan digelar setiap Kamis jika tuntutan tidak direspons.
“Kami akan aksi setiap Kamis di Kantor Gubsu jika tuntutan kenaikan upah dan perumahan murah tidak direspons,” ujarnya di Medan, Senin (11/8/2025).
Aksi perdana rencananya akan digelar pada Kamis, 28 Agustus 2025, bertepatan dengan aksi serentak nasional buruh.
UMP Lampung 2025 Rp2.893.070, Naik 6,5 Persen
Willy yang juga Ketua Federasi Serikat Pekerjaan Metal Indonesia (FSPMI) Sumut menilai program Bobby untuk buruh belum jelas terlihat. Menurutnya, upah di Sumut masih rendah dibanding daerah industri lain, meski provinsi ini termasuk salah satu pusat industri terbesar di Indonesia.
“Buruh di Sumut gali lubang tutup lubang. Pemerintah provinsi harus peka, berikan program perumahan rakyat seperti janji Pak Prabowo melalui Gubsu untuk buruh,” katanya.
UMP Sulsel 2025 Rp3.657.527, Naik 6,5 Persen
Rendahnya upah disebut berdampak langsung pada daya beli masyarakat yang mayoritas buruh. Banyak pekerja terpaksa mengontrak rumah dan berutang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari serta biaya pendidikan anak.
UMP DKI Jakarta Jadi Rp5.396.761, Naik 6,5 Persen
Willy menegaskan, jika kebijakan Bobby berpihak pada buruh, mereka siap memberi dukungan penuh.
“Kalau tidak, aksi akan terus berlanjut sampai tuntutan dipenuhi,” ucapnya.
Infografis UMP Jakarta 2025 Rp5.396.761, Naik 6,5 Persen
Editor: Donald Karouw