Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Rossa Komentari Lagu Sunda Lalaki Langit Lalanang Bejat Ciptaan Bupati Purwakarta
Advertisement . Scroll to see content

Bupati Purwakarta Minta Maaf soal Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat yang Dinilai Rendahkan Perempuan

Kamis, 02 Juli 2026 - 13:46:00 WIB
Bupati Purwakarta Minta Maaf soal Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat yang Dinilai Rendahkan Perempuan
Bupati Purwakarta viral di media sosial. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

PURWAKARTA, iNews.id Bupati PurwakartaSaepul Bahri Binzein atau Om Zein menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat terkait polemik lagu berbahasa Sunda Lalaki Langit Lalanang Bejat yang dibuatnya. 

Lagu tersebut viral dan menuai kritik, karena dinilai mengandung lirik yang merendahkan perempuan. Anggota DPR Atalia Praratya bahkan ikut menyoroti kasus ini dan menyayangkan seorang kepala daerah membuat lagu dengan lirik yang tidak baik.

Lantas, seperti apa permintaan maaf Bupati Purwakarta usai lagu buatannya viral dan dinilai merendahkan perempuan? Berikut informasi selengkapnya. 

Bupati Purwakarta Minta Maaf soal Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat

Permintaan maaf disampaikan Om Zein saat menjalankan agenda pelayanan publik di Desa Karoya, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta, Kamis (2/7/2026). Dia mengaku menyesalkan ketidaknyamanan yang muncul akibat lagu tersebut.

"Pertama-tama saya secara pribadi memohon maaf kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan ini. Dan mohon maaf jika kata-kata dalam lagu itu membuat beberapa pihak ada yang tersinggung," ujar Om Zein.

Dia menegaskan tidak pernah memiliki niat untuk menyinggung ataupun mendiskreditkan kelompok tertentu, termasuk perempuan.

"Saya tidak bermaksud untuk menyinggung siapa pun dan tidak bermaksud mendiskreditkan siapa pun," katanya.

Dalam keterangannya, Om Zein menjelaskan bahwa lirik lagu tersebut sebenarnya ditulis pada 2020 dalam bentuk puisi, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Menurut dia, karya tersebut lahir dari refleksi perjalanan hidup dan pencarian jati diri yang dialaminya pada masa itu.

"Itu berawal dari sebuah puisi dan kata-kata lagu itu saya buat tahun 2020. Artinya pada saat itu dibuat oleh seorang Om Zein, seorang pengembara yang menurut saya sedang tersesat. Bukan oleh Om Zein seorang bupati, karena tahun 2020 saya belum menjadi bupati," ujarnya.

Dia menyebut isi puisi tersebut merupakan perenungan atas pengalaman pribadi, termasuk perjalanan spiritual dan kehidupan asmara yang pernah dilaluinya. Salah satu penggalan yang kini dipersoalkan, kata dia, merupakan bentuk refleksi diri dan bukan ditujukan untuk merendahkan perempuan.

Om Zein juga menjelaskan bahwa puisi tersebut beberapa kali dibacakannya dalam berbagai kesempatan sebelum akhirnya diaransemen menjadi lagu oleh seorang seniman pada 2023. Saat itu, dia juga belum menjabat sebagai kepala daerah.

Sebelumnya, lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat yang dipublikasikan pada Januari 2026 mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Sejumlah warganet dan aktivis perempuan menilai beberapa liriknya mengandung stereotip serta merendahkan perempuan.

Kritik juga datang dari anggota DPR, Athalia Praratya, yang mengingatkan pentingnya tanggung jawab moral figur publik dalam menghadirkan narasi yang menghormati perempuan dan tidak melanggengkan stigma berbasis gender.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut