Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pencari Madu Temukan Mortir di Bukit Citanam Garut, Polisi Amankan Lokasi
Advertisement . Scroll to see content

BRIN dan UGM Temukan Madu dengan Potensi Antikanker dari Yogyakarta dan Sumbawa

Senin, 08 Juni 2026 - 14:36:00 WIB
BRIN dan UGM Temukan Madu dengan Potensi Antikanker dari Yogyakarta dan Sumbawa
Madu antikanker dari Yogyakarta dan Sumbawa antikanker. (Foto: BRIN)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Kabar menggembirakan datang dari dunia riset Indonesia. Tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menemukan bakteri asam laktat probiotik dari madu dan bee pollen lebah tanpa sengat (stingless bee) asal Indonesia yang memiliki berbagai aktivitas biologis menjanjikan bagi kesehatan.

Temuan ini membuka peluang pengembangan pangan fungsional, suplemen kesehatan, hingga produk nutribiotik berbasis kekayaan hayati lokal yang selama ini belum banyak dieksplorasi secara ilmiah.

Penelitian tersebut dilakukan oleh tim dari Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan BRIN bersama peneliti UGM dengan memanfaatkan madu dan bee pollen yang berasal dari tujuh spesies lebah tanpa sengat dari wilayah Yogyakarta dan Sumbawa. 

Peneliti BRIN, Ema Damayanti, menjelaskan bahwa madu lebah tanpa sengat selama ini dikenal kaya akan senyawa bioaktif. Namun, keberadaan mikroorganisme probiotik yang hidup secara alami di dalam madu dan bee pollen masih jarang diteliti, khususnya di Indonesia.

Menurutnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri asam laktat yang ditemukan mampu bertahan dalam kondisi saluran pencernaan dan memiliki berbagai aktivitas biologis penting, seperti antibakteri, antibiofilm, antioksidan, hingga aktivitas antikanker yang menjanjikan.

"Kami menemukan bahwa madu lebah tanpa sengat Indonesia menyimpan bakteri asam laktat yang tidak hanya mampu bertahan pada kondisi saluran pencernaan, tetapi juga memiliki aktivitas antibakteri, antibiofilm, antikanker, dan antioksidan yang sangat baik. Ini menunjukkan potensinya sebagai kandidat probiotik untuk pangan fungsional," ujar Ema dalam keterangan resmi BRIN, Senin (8/6/2026).

7 Isolat Terbaik Dipilih dari Berbagai Spesies Lebah

Dalam penelitian tersebut, tim berhasil mengisolasi sejumlah bakteri asam laktat dari berbagai spesies lebah tanpa sengat, antara lain Heterotrigona itama, Tetragonula laeviceps, Tetragonula clypearis, Tetragonula sarawakensis, Lepidotrigona terminata, Tetragonula drescheri, dan Tetragonula biroi. 

Dari seluruh isolat yang diperoleh, tujuh isolat terbaik kemudian dipilih berdasarkan kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen yang dapat menyebabkan penyakit. 

Untuk memastikan identitas dan karakteristiknya, para peneliti menggunakan teknologi canggih seperti whole genome sequencing (WGS), metabolomik berbasis UHPLC-HRMS, serta berbagai pengujian probiotik lainnya. Hasilnya, isolat unggulan tersebut teridentifikasi sebagai bakteri Lacticaseibacillus rhamnosus dan Pediococcus acidilactici. 

Mampu Melawan Bakteri Berbahaya

Salah satu temuan penting dalam penelitian ini adalah kemampuan bakteri probiotik tersebut dalam menghambat pertumbuhan sejumlah bakteri patogen berbahaya, seperti Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas aeruginosa. 

Tidak hanya itu, bakteri tersebut juga terbukti mampu menghambat pembentukan biofilm, yaitu lapisan pelindung yang sering membuat bakteri lebih kebal terhadap pengobatan dan antibiotik.

Kemampuan ini dinilai penting karena biofilm kerap menjadi tantangan dalam penanganan berbagai penyakit infeksi.

Selain aktivitas antibakteri, para peneliti juga menemukan aktivitas antikanker pada pengujian laboratorium terhadap lini sel kanker kolon WiDr. Hasil tersebut menunjukkan potensi besar bakteri probiotik lokal Indonesia untuk dikembangkan lebih lanjut dalam bidang kesehatan.

Aktivitas antioksidan yang tinggi juga teridentifikasi melalui berbagai metode pengujian, seperti DPPH, ABTS, dan FRAP. Antioksidan berperan penting dalam melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas yang berkaitan dengan berbagai penyakit kronis.

Menariknya lagi, penelitian menemukan adanya aktivitas penghambatan enzim alfa-amilase yang berhubungan dengan proses metabolisme karbohidrat. Temuan ini menunjukkan potensi bakteri tersebut untuk membantu mengendalikan kadar gula darah dan mendukung pengembangan produk pangan sehat bagi masyarakat.

Sebagai informasi, hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal internasional Antonie van Leeuwenhoek dan International Microbiology. Selain itu, inovasi tersebut juga telah memperoleh pendaftaran paten dengan nomor S00202605018.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa temuan ini masih berada pada tahap penelitian dan pengembangan. Diperlukan studi lanjutan untuk memastikan keamanan, stabilitas, efektivitas, serta aplikasi industri sebelum dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat. 

Ke depan, BRIN dan UGM akan melanjutkan riset ke tahap formulasi produk, termasuk pengembangan pangan fermentasi dan suplemen probiotik berbasis bakteri lokal Indonesia. Jika berhasil dihilirisasi, temuan ini berpotensi menjadi inovasi kesehatan bernilai tinggi sekaligus meningkatkan pemanfaatan biodiversitas Indonesia di sektor pangan dan kesehatan. 

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut