Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi Gagalkan Peredaran Narkoba di Simpang Rimbo Jambi, Temukan Ganja 200 Kg
Advertisement . Scroll to see content

Brimob dan BNNP Sumut Musnahkan Ladang Ganja Seluas 2 Hektare di Perbukitan Tor Sihite

Jumat, 25 Juli 2025 - 07:28:00 WIB
Brimob dan BNNP Sumut Musnahkan Ladang Ganja Seluas 2 Hektare di Perbukitan Tor Sihite
Personel Brimob dan BNNP SUmut saat memusnahkan ladang ganja 2 hektare di Perbukitan Tor Sihite, Madina. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

MEDAN, iNews.id - Ladang ganja seluas 2 hektare di kawasan perbukitan Tor Sihite, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, dimusnahkan aparat gabungan. Pemusnahan ini dilakukan personel Satuan Brimob Polda Sumut dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut.

Komandan Satuan Brimob Polda Sumut Kombes Pol Rantau Isnur Eka menjelaskan, akses menuju ladang ganja sangat sulit dijangkau. Petugas harus berjalan kaki menembus perbukitan.

Di lokasi, tim gabungan menemukan ribuan batang ganja. Tanaman tersebut memiliki tinggi antara 1-2 meter.

“Tim harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menembus medan perbukitan yang cukup berat. Pemusnahan dilakukan dengan cara mencabut dan membakar tanaman ganja yang tersebar di lahan seluas kurang lebih 2 hektare,” ujar Kombes Eka, Kamis (24/7/2025).

Dia mengatakan, jumlah tanaman ganja yang dimusnahkan mencapai ribuan batang. Kombes Eka berharap pemusnahan ini menjadi pukulan keras bagi para pelaku.

“Pemusnahan ini merupakan bagian dari upaya pemberantasan narkotika. Kami berharap langkah ini memberi efek jera kepada para pelaku dan dapat memutus mata rantai peredaran narkoba dari daerah pelosok ke kota-kota besar,” katanya.

Kawasan perbukitan Tor Sihite diketahui kerap dijadikan lokasi penanaman ganja oleh sindikat narkoba. Wilayah ini meliputi tiga kecamatan di Kabupaten Madina, yaitu Panyabungan Timur, Tambangan dan Kotanopan.

Desa Pardomuan dan Desa Rao-Rao Dolok merupakan wilayah yang paling sering ditemukan ladang ganja. Tren penyebaran ladang ganja di kawasan ini meningkat tiap tahun.

Pada 2020 ditemukan ladang ganja 8 hektare. Tahun 2023 ada 12.000 batang ganja di area 1,5 hektare. Sementara tahun 2024 ditemukan 2 ladang ganja seluas 3,3 hektare dengan 17.000 batang ganja.

Pada Juni 2025, aparat juga menemukan 6.000 batang ganja di kawasan serupa. Medan yang luas dan tertutup hutan membuat lokasi ini jadi tempat favorit jaringan narkoba.

Tanaman ganja sering disembunyikan di balik vegetasi hutan yang lebat. Ini menyulitkan petugas melakukan deteksi visual langsung. Menghadapi tantangan itu, aparat kini mengandalkan teknologi drone.

“Sejak 2025, petugas mulai memanfaatkan pesawat nirawak untuk memantau dan memperkirakan luasan ladang ganja di wilayah tersebut,” kata Kombes Eka.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut