Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tanggapi Rupiah Anjlok Rp18.000, Menkeu Purbaya: Fundamental Ekonomi dan Fiskal Baik
Advertisement . Scroll to see content

Breaking News: BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,50 Persen

Selasa, 09 Juni 2026 - 12:53:00 WIB
Breaking News: BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,50 Persen
Bank Indonesia mengerek suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50 persen untuk memperkuat pertahanan nilai tukar rupiah. (Foto: ilustrasi/Okezone) 
Advertisement . Scroll to see content

Keempat, BI memperketat jam terbang operasi pasar dengan mengintensifkan pembukaan lelang SRBI menjadi dua kali dalam sepekan. 

Sedangkan di pasar valas, penguatan benteng rupiah dilakukan dengan mempertebal intensitas intervensi secara berlapis, mulai dari transaksi di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar lokal, hingga instrumen NDF di pasar internasional.

Denny menegaskan bahwa seluruh bauran kebijakan moneter ini dikawal secara seirama dengan kebijakan fiskal Kementerian Keuangan di bawah komando Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Sinergi ini mengacu pada kesepakatan bersama yang diteken akhir pekan lalu untuk menjaga stabilitas makroekonomi secara berkelanjutan.

Barikade koordinasi ini diwujudkan lewat dua strategi nyata. Otoritas bersama-sama mendesain tingkat imbal hasil yang memikat pada instrumen SRBI dan SBN sesuai mekanisme pasar demi menjaring kembali modal asing. 

Selain itu, pemerintah berkomitmen mengamankan likuiditas perbankan dengan tetap menempatkan dan memutar seluruh dana kas milik negara di dalam sistem Bank Indonesia, sehingga gerak operasional fiskal maupun moneter dapat saling menopang satu sama lain.

"Koordinasi fiskal-moneter yang sudah kuat selama ini terus akan diperkuat dari waktu ke waktu dan dilakukan secara berkesinambungan untuk saling mendukung dan seirama dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan keyakinan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga kuat dan berdaya tahan dalam menghadapi gejolak global," ucap Denny.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut