BPS bakal Gelar Sensus Ekonomi 2026, Siap Datangi 92 Juta Rumah
JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) akan menggelar Sensus Ekonomi 2026. Sensus turut memetakan potensi industri ekonomi kreatif di Indonesia secara lebih komprehensif.
Kepala BPS, Amalia Adiningrat Widyasanti mengatakan, pihaknya telah menyiapkan instrumen pendataan terbaru melalui Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025, yang mencakup berbagai aktivitas ekonomi baru, termasuk sektor kreatif.
“Dalam sensus ekonomi 2026 kami akan mendata termasuk aktivitas ekonomi kreatif. Oleh sebab itu, kami mohon dukungan dari seluruh masyarakat dan juga industri kreatif untuk mendukung sensus ekonomi 2026,” ujar Amalia di Jakarta, dikutip Jumat (3/4/2026).
Dia menjelaskan, sensus ekonomi yang digelar setiap 10 tahun sekali ini rencananya akan dilaksanakan pada pertengahan 2026. Dalam pelaksanaannya, BPS akan melakukan pendataan secara masif dengan mendatangi sekitar 92 juta rumah di seluruh Indonesia dan melibatkan ribuan petugas.
BPS Catat Impor RI Januari 2026 Melonjak 18,21% jadi 21,20 Miliar Dolar AS
Amalia menambahkan, penggunaan KBLI 2026 akan membuat klasifikasi sektor ekonomi kreatif menjadi lebih jelas dan terperinci. Beberapa profesi seperti videografer, animator, hingga berbagai subsektor kreatif lainnya kini telah masuk dalam kategori resmi.
"Kami akan menggunakan KBLI 2025 yang baru di mana klasifikasi dari industri kreatif sudah muncul seperti tadi videografer, animator, dan juga kegiatan industri kreatif lainnya yang sudah kami diskusikan dengan Pak Menteri Ekraf," katanya.
Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menekankan pentingnya sensus ini untuk mengetahui sebaran kekuatan ekonomi kreatif nasional.
Dengan pendataan tersebut, pemerintah diharapkan dapat mengetahui secara lebih detail di mana saja pusat-pusat pertumbuhan ekonomi kreatif berada, sehingga kebijakan yang diambil ke depan bisa lebih tepat sasaran.
"Ada pertanyaan pendalaman di mana saja kekayaan ekonomi, giat ekonomi kreatif Indonesia tersebar," ucapnya.
Editor: Reza Fajri