Bonatua Akui Sempat Dirayu Saat Minta Ijazah Jokowi Dibuka
JAKARTA, iNews.id - Pengamat Kebijakan Publik Bonatua Silalahi mengaku sempat dirayu saat meminta ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dibuka ke pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal itu terjadi saat tahap mediasi dengan Komisi Informasi Publik (KIP).
Awalnya, kata Bonatua, ia mendapatkan salinan ijazah Jokowi yang belum terbuka secara keseluruhan. Lalu, ia pun mendesak agar poin yang ditutupi tersebut bisa dibuka.
"Awalnya kan ada 9 item yang disembunyikan waktu dikasih awalnya, termasuk nomor blangko, nama, tanda tangan. Pada intinya saya keberatan waktu bersama Bang Ghofur, lawyerku, " ucap Bonatua di Interupsi iNews TV, Kamis (12/2/2026).
Kemudian, ia pun dirayu agar poin yang ditutup tersebut hanya bisa dilihat oleh dirinya saja. Namun, Bonatua menolak hal tersebut dan meminta agar keseluruhan ijazah Jokowi dibuka untuk publik.
Dokter Tifa Klaim Penelitiannya soal Ijazah Jokowi Sah, Tak Layak Dikriminalisasi
"Terus kita dibujuk, dirayu supaya hanya aku yang melihat, di tahap mediasi dibujuknya. Jadi kan mediasi, ada mediator, jadi setelah kita bersidang sengketa terbuka semua, ibarat kotak pandora," sambungnya.
Roy Suryo cs Teliti Ijazah Jokowi, Budayawan Bandingkan Para Rasul Sampaikan Risalah Kebenaran
Sementara itu, ijazah Jokowi yang ia dapatkan saat ini telah dibuka secara lengkap berisi nomor blanko, tanda tangan, hingga nama.
"Setelah saya sengketa untuk dibuka 9, akhirnya dibuka kaya kotak pandora," kata Bonatua.
Editor: Puti Aini Yasmin