Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 3 Daerah di Aceh Masih Berstatus Tanggap Darurat Bencana
Advertisement . Scroll to see content

BNPB Wanti-Wanti Potensi Karhutla Besar pada 2027

Selasa, 03 Februari 2026 - 22:16:00 WIB
BNPB Wanti-Wanti Potensi Karhutla Besar pada 2027
Ilustrasi kebakaran hutan skala besar terjadi di Indonesia pada 2027. (Foti: ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berskala besar berpotensi terjadi pada 2027. Potensi ini terjadi karena adanya siklus musim kering yang diprediksi terjadi setiap empat tahun.

Hal itu disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Suharyanto awalnya menyampaikan bahwa secara umum tren karhutla dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan penurunan.

"Bencana hidrometeorologi kering atau Karhutla. Ini kami punya data dari mulai tahun 2015, tahun 2025, alhamdulillah menurun terus baik jumlah yang terbakar maupun luas lahannya. Tentu saja ini kerja sama semua pihak," kata Suharyanto.

Namun, Suharyanto mengingatkan karhutla besar berpotensi terjadi pada 2027. Menurutnya, tahun tersebut berpotensi menjadi periode musim kering yang dapat meningkatkan risiko karhutla.

"Memang dari segi cuacanya yang menjadi tantangan kami adalah bukan 2024, 2025, dan 2026 tetapi 2027. Karena di 2027 itulah siklus empat tahunan terjadi musim kering," ujarnya.

Dia mencontohkan, kebakaran hutan dan lahan besar pernah terjadi pada 2015. Setelah itu, kejadian karhutla relatif menurun pada 2016 hingga 2018 lantaran kondisi cuaca lebih basah. Namun, karhutla kembali meningkat pada 2019 akibat fenomena El Nino.

"Kalau 2024, 2025, 2026 memang seharusnya turun, karena cuacanya juga tidak terlalu panas dan masih banyak hujan," tuturnya.

Oleh karena itu, BNPB telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi potensi karhutla besar di 2027. Di antaranya mulai dari operasi modifikasi cuaca hingga water bombing.
 
"Di pencegahannya kami sampaikan bahwa kami melengkapi satgas-satgas darat, kemudian ada operasi modifikasi cuaca, ada operasi heli, water bombing," pungkasnya.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut