Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kapolri Ungkap 33 SPPG Polri Dibangun di Wilayah 3T, Pemerataan Program MBG ke Daerah
Advertisement . Scroll to see content

BGN Ungkap MBG Dongkrak Penjualan Motor dan Mobil di 2025

Minggu, 15 Februari 2026 - 07:23:00 WIB
BGN Ungkap MBG Dongkrak Penjualan Motor dan Mobil di 2025
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah tak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memicu efek berantai pada berbagai sektor ekonomi. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut, program tersebut turut mendorong lonjakan penjualan sepeda motor dan mobil sepanjang 2025.

"Ternyata program MBG tidak hanya menyasar produk-produk pertanian untuk menjadi bahan baku, tapi juga berdampak terhadap ekonomi lain," kata Dadan dalam Indonesia Economic Outlook di Jakarta, dikutip Minggu (15/2/2026).

Dia mengungkapkan, data dari salah satu agen tunggal pemegang merek (ATPM) menunjukkan angka penjualan sepeda motor mencapai 4,9 juta unit pada 2025. Kenaikan tersebut, menurutnya, berkorelasi dengan bertumbuhnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

"Kita melihat angka penjualan motor mencapai 4,9 juta tahun 2025, dan ini terdongkrak oleh program MBG. Kenapa? Karena saya dapat laporan di SPPG itu, pegawainya sekarang 60 persen beli motor," Dadan menerangkan.

Dadan menjelaskan, peningkatan daya beli pegawai SPPG menjadi salah satu faktor pendorong.

"Jadi kalau ada 50 orang, kali 60 persen artinya 30 orang beli motor, sehingga (penjualan) motornya naik," paparnya.

Tak hanya sepeda motor, sektor otomotif roda empat juga ikut terdampak. Dia menyebut permintaan salah satu merek mobil yang sebelumnya kurang diminati justru meningkat signifikan karena kebutuhan operasional SPPG.

"Kemudian juga berdampak terhadap salah satu merek mobil yang sedang beredar di masyarakat dan itu populer, yang selama ini mungkin tidak laku, karena satu WPBG butuh dua mobil, kalau sekarang sudah ada 23.000 SPPG, itu artinya dibutuhkan 46.000 mobil jenis itu, dan sekarang termasuk mobil yang sulit dicari," tutur Dadan.

Menurut dia, dampak MBG pun terasa di sektor pertanian dan pangan. Petani hidroponik disebut mengalami lonjakan omzet hingga dua kali lipat. 

"Petani hidroponik senang, karena naik omsetnya 100 persen," tutur Dadan.

Tak hanya itu, pelaku usaha kecil seperti produsen tahu yang sempat terpuruk kini kembali menggeliat. 

"Ada pengusaha tahu yang sudah hampir bangkrut, sekarang bangkit kembali," ujarnya.

Di sektor peternakan, peningkatan permintaan susu juga mendorong ekspansi produksi. Peternak di Boyolali dan Bandung mulai memproduksi susu pasteurisasi dan membangun fasilitas penyimpanan dingin untuk menopang distribusi.

"Ada juga sekarang pabrik-pabrik susu atau peternak susu di Boyolali, di Bandung, sudah membuat susu pasteurisasi, dan juga mereka sudah membuat satu cold storage yang bisa memasok kebutuhan susu, dimana satu SPPG setiap hari butuh 450 liter susu," ucapnya.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut