Bareskrim-Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Pasir Timah ke Malaysia, 1 Kapal Disita
JAKARTA, iNews.id - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan pasir timah ilegal ke Malaysia. Penggagalan aksi ini dilakukan atas kerja sama Bareskrim Polri dengan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.
Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Irhamni menjelaskan, petugas Bea Cukai mendapatkan informasi kapal yang diduga memuat pasir ilegal yang akan diselundupkan ke Malaysia pada Senin (23/2/2026).
"Selanjutnya pada hari Selasa tanggal 24 Februari petugas Bea Cukai berhasil mengamankan satu unit kapal KM. Rezeki Laut II bermuatan 319 karung pasir timah tanpa dokumen," kata Irhamni dalam keterangannya, Sabtu (28/2/2026).
Kemudian, Kanwil DJBC Khusus Kepri mengamankan satu orang nakhoda dan empat orang anak buah kapal (ABK). Selain itu, barang bukti yang disita di antaranya satu unit kapal, 319 karung berisi pasir timah tanpa dokumen untuk dilaksanakan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.
Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 25 Ton Pasir Timah ke Malaysia
Irhamni menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap nakhoda dan empat ABK KM Rezeki Laut II, diketahui mereka telah mengirimkan pasir timah dari Kepulauan Bangka Belitung ke Malaysia sebanyak dua kali.
"Dari keterangan Nahkoda diketahui pengangkutan pertama pasir timah dibawa dari perairan Penyak Bangka tengah pada tanggal 9 Februari 2026, selanjutnya pengangkutan kedua pasir timah dibawa dari perairan Pulau Seliu, Kabupaten Belitung," tuturnya.
Dari pemeriksaan tersebut diketahui sosok penghubung di Pulau Bangka dan Belitung bernama Amin. Sementara itu, penghubung dan penyedia kapal di Batam serta pemberi uang gaji diketahui bernama Roy.
Adapun, upah yang didapatkan nakhoda untuk sekali pengiriman sebesar Rp1 juta per ton pasir timah. Sementara, ABK mendapatkan upah Rp5 juta per satu kali pengiriman.
Editor: Aditya Pratama