Banjir Bandang di Denpasar Bali, 2 Ruko Ambruk dan 4 Orang Hilang Terseret Arus
DENPASAR, iNews.id - Hujan deras yang mengguyur Bali selama 2 hari berturut-turut memicu banjir bandang di sejumlah wilayah. Di Kota Denpasar, banjir merobohkan dua rumah toko (ruko) di Jalan Sulawesi, Denpasar Barat dan menyebabkan empat orang hilang terseret arus.
Dua ruko yang ambruk yakni Taslim Textile dan News Centrum. Ambruknya bangunan tepat di pinggir Sungai Tukad ini membuat warga sekitar panik. Momen detik-detik robohnya ruko terekam video amatir dan tersebar di media sosial.
Dalam rekaman, terlihat dua bangunan langsung ambruk tergerus arus, sementara belasan ruko lain tampak miring dan terancam runtuh.
Kapolsek Denpasar Barat Kompol Laksmi Krisna Dewi mengatakan, awalnya ada enam orang dilaporkan hilang akibat ambruknya ruko. Namun setelah pengecekan, dua orang di antaranya selamat.
Update Banjir Bandang Nagekeo NTT: 3 Orang Tewas, 5 Hilang dan 18 Desa Terisolasi
“Laporan yang masuk tadi pagi itu ada enam orang. Tapi, setelah dicek ternyata yang dua orang ditemukan selamat dan kini sudah di rumah sakit untuk perawatan. Sedangkan empat orang lainya masih dalam pencarian,” ujarnya.
Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap keempat korban hilang. Pencarian dilakukan menyusuri aliran Sungai Tukad yang meluap deras akibat hujan lebat.
Update Banjir Bandang di Nagekeo NTT, 3 Tewas 4 Hilang dan 11 Rumah Hanyut
Tidak hanya Denpasar, bencana banjir dan longsor juga melanda wilayah Gianyar, Badung dan Klungkung. Di Gianyar, seorang lansia meninggal dunia setelah rumahnya tertimpa longsor.
Banjir Bandang di Nagekeo, 3 Orang Sekeluarga Tewas 4 Hilang
Bupati Gianyar I Made Mahaysastra mengatakan, tim SAR sudah dikerahkan untuk membantu evakuasi warga terdampak.
“Sudah, tim (SAR) sudah bergerak ke lokasi untuk mengevakuasi warga yang terdampak,” ucapnya.
Banjir Bandang Terjang Kantor Pemkab Pesisir Barat, Puluhan Kendaraan Terendam
Bupati Mahaysastra menyebut, faktor lingkungan memperparah banjir di Bali. Menurutnya, maraknya bangunan di daerah resapan air serta kondisi sungai yang dangkal membuat air hujan tidak tertampung.
“Ya, banjir ini selain karena hujan deras, juga karena banyak bangunan di daerah resapan air. Sehingga, debit air hujan tidak tertampung,” katanya.
Hingga kini, pemerintah daerah bersama SAR dan aparat setempat masih berupaya mengevakuasi korban dan menanggulangi dampak banjir yang meluas di sejumlah wilayah Bali.
Editor: Donald Karouw